“Ke China, tuh, rasanya sudah bosan banget. Ini sudah tahun ke delapan saya ikut balapan Pan Delta Racing dan itu selalu diadakan di China. Bulan Juni kemarin saya baru ke China juga untuk balap seri sebelumnya. Dalam setahun mungkin saya bisa 24 kali bolak-balik Jakarta-China, hahaha.
Nggak heran, kan, kalau sudah nggak nafsu buat belanja-belanja atau jalan-jalan. Biasanya habis balap saya pasti langsung pulang,” ujar Andra yang ditemui di sela-sela acara syukuran keberangkatannya ke Zhuhai.
“Pokoknya sudah cuek banget, deh, kalau ke sana. Sudah nggak peduli juga untuk ngomong pakai bahasa Inggris. Makan di resto juga manggil pelayannya, ya, pakai ‘mas’ atau ‘mba’ saja, hehehe.”
“Orang sana, tuh, unik. Mungkin karena saking banyaknya penduduk China, buat mereka bersenggolan atau bertabrakan dengan orang lain, tuh, hal biasa.
Tapi, saya pernah kesal banget karena lagi jalan tiba-tiba ditabrak orang kencang banget. Pas saya mau marah, dia sudah melengos aja gitu. Boro-boro minta maaf, menengok ke belakang saja nggak.
“Nah, saking kesalnya saya dendam, hahaha. Pas lagi jalan, saya iseng sengaja menyenggol kencang orang di jalan. Begitu saya tabrak, eh, orangnya diam saja! Dia nggak marah sama sekali dan tetap jalan terus. Padahal saya saja sudah kesakitan. Di situ saya baru tahu, oh, ternyata budaya mereka memang begitu.”
Semoga pengalaman pahit di China nggak menghambat Andra berprestasi di sana, ya! (DPR/FOTO:CITA CINTA)