Reviews
Disney’s The Lion King Live in Concert: Simba, Savana, dan Simfoni

15 Jun 2026

Sebanyak 75 musisi lokal dan internasional dari Bandung Philharmonic tampil secara sinkron dengan film yang diputar. Foto: Dok. Femina


Jakarta kembali menjadi panggung bagi pertunjukan berstandar internasional melalui Disney’s The Lion King Live in Concert yang dipersembahkan Ciputra Artpreneur pada 13-14 Juni 2026.

Film animasi klasik Disney, The Lion King (1994), hadir di layar lebar dengan iringan orkestra langsung, menawarkan pengalaman sinematik yang berbeda dari pemutaran film pada umumnya.

Konsep film with live orchestra atau live-to-picture memungkinkan penonton menyaksikan film lengkap dengan dialog dan vokal asli, sementara seluruh musik dimainkan secara langsung dan sinkron oleh 75 musisi lokal dan internasional di atas panggung. Format ini telah menjadi bagian dari tren pertunjukan seni pertunjukan dunia yang menggabungkan kekuatan narasi visual dengan energi musik live.

Konser ini terselenggara melalui lisensi resmi Disney Concerts bersama Willow Arts SG. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan karya seni pertunjukan yang mempertemukan talenta lokal dengan jaringan kreatif internasional.

“Konser live-to-picture atau film with live orchestra memberikan pengalaman yang benar-benar immersive. Penonton dapat merasakan film dan musik yang berpadu indah, dimainkan secara langsung oleh orkestra yang menghidupkan setiap emosi di layar,” ujar David Feng, Produser Willow Arts SG sekaligus perwakilan Disney Concerts.

Bagi Ciputra Artpreneur, pertunjukan ini juga menjadi kelanjutan dari perjalanan menghadirkan konser Disney berlisensi resmi di Indonesia setelah Disney’s Beauty and the Beast in Concert pada 2025. Jakarta pun jadi salah satu destinasi penyelenggaraan pertunjukan film dengan orkestra langsung yang diakui secara internasional.

“Tidak mudah mendapatkan lisensi resmi untuk mementaskan konser ini karena Disney Concerts belum pernah mengadakan konser di Indonesia. Namun, kami punya pengalaman mempersembahkan berbagai pertunjukan musikal dan konser orkestra internasional,” ujar Nararya Ciputra Sastrawinata, Direktur Ciputra Artpreneur.

Ia menambahkan bahwa Ciputra Artpreneur dibangun di atas semangat kemitraan lintas budaya yang sejalan dengan visi mendiang Ciputra untuk menjadikan Jakarta sebagai destinasi seni internasional serta ruang lahirnya karya-karya baru melalui pertukaran ide dan budaya.
Advertisement

Salah satu daya tarik utama pertunjukan ini adalah keterlibatan Bandung Philharmonic yang kembali dipercaya membawakan repertoar Disney setelah penampilan mereka pada Disney’s Beauty and the Beast in Concert tahun lalu. Kali ini, skala pertunjukan diperluas, meningkat dari 63 musisi pada konser sebelumnya.

Komposisi musik karya Hans Zimmer yang memadukan nuansa etnis Afrika dengan orkestrasi film modern menuntut formasi lebih besar dan kompleks. Selain memainkan partitur secara presisi mengikuti adegan demi adegan film, para musisi berkolaborasi dengan pemain internasional yang turut memperkaya warna musikal pertunjukan.

“Dengan concert master serta principal yang berprestasi di dunia internasional, kami yakin dapat menyuguhkan konser ini dengan kualitas yang sama dengan negara-negara lain. Sejak awal dibentuk di bawah binaan konduktor AS, Robert Nordling, kami sudah terbiasa dengan berbagai standar internasional orkestra profesional,” kata Airin Efferin, perwakilan orkestra.

The Lion King sendiri merupakan salah satu film animasi Disney paling berpengaruh yang dikenal melalui musik karya komposer peraih Oscar dan Grammy Hans Zimmer, lagu-lagu ciptaan Elton John dan Tim Rice, serta aransemen vokal Afrika dari Lebo M.

Disney’s The Lion King Live in Concert bukan hanya menjadi pengalaman budaya yang memperkaya lanskap kreatif Indonesia. Kehadiran kolaborasi antara musisi lokal dan internasional sekaligus memperlihatkan semakin terbukanya ruang bagi talenta Indonesia untuk tampil dalam produksi dengan standar global. 

Kisah perjalanan Simba menemukan jati dirinya sebagai pemimpin pun tetap relevan lintas generasi dan menjadi alasan mengapa film ini terus mendapat tempat di hati penonton hingga kini. (f)

Baca juga:
Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Mengganti Gel Polish
The Furious: Aksi Brutal Demi Selamatkan Orang Tercinta
5 Cara Lebih Mindful Menghadapi Situasi Saat Ini

 

Laili Damayanti


Topic

#TheLionKingLiveInConcert, #JakartaEvents

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?