Mendobrak Batasan ‘Golden Age’
Impiannya untuk bisa sampai ke Olimpiade sudah terpenuhi, namun tak lantas membuat Dedeh berhenti. Masih banyak mimpi yang ingin ia raih di dunia yang ia geluti, termasuk menjadi pengajar bagi para atlet-atlet muda. Tapi ada satu hal yang membuat ia tersentil, yang diucapkan oleh pelatihnya.
“‘Percuma kamu pecah rekor setinggi-tingginya kalau kamu tidak belajar ilmunya, tidak akan tercapai.’ Di situlah akhirnya saya menerima tantangannya untuk melanjutkan studi S2 jurusan Ilmu Olahraga di Universitas Negeri Jakarta,” papar Dedeh yang mengaku bahwa memahami ilmu biomekanik dalam berolahraga banyak membantunya memahami gerak tubuh sehingga bisa lebih optimal dalam berkompetisi.
Lebih dari itu, dengan ilmu-ilmu yang didapatkannya, Dedeh berkeinginan untuk dapat mentransfer ilmunya tersebut kepada orang lain. Wanita yang kini tengah menyelesaikan disertasi S3-nya ini menjadi pelatih fisik untuk atlet-atlet rugbi dan pelatih di Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia.
Dengan usianya yang semakin matang, tak menghentikan Dedeh untuk terus berkompetisi lagi di taraf yang berbeda, seperti mempertahankan gelar juara di World Master Athletics sejak tahun 2016, yang merupakan kejuaraan atletik untuk mereka yang di atas 30 tahun. Bahkan menariknya, Dedeh juga menjadi atlet Indonesia pertama yang mengikuti kejuaraan dunia tersebut.
Ketika ditanya apa yang memotivasinya untuk terus aktif, ia menjawab, “Mendengar lagu Indonesia Raya berkumandang yang dinyanyikan oleh ribuan penonton di lapangan dan bendera merah putih yang berkibar paling tinggi itu bikin merinding dan membanggakan. Ini tidak bisa dibayar oleh uang,” imbuhnya bangga.
Tetap aktif dan berprestasi di atas usia 30-an membuat banyak orang heran. Maklum, selama ini ada stereotipe yang mengatakan bahwa usia emas atlet maksimal adalah 25 tahun, yang katanya setelah itu kecepatan manusia tidak bisa lagi bertambah. Tapi ternyata itu tidak berlaku bagi Dedeh.
“Saya justru pencapaian maksimalnya di usia 32 tahun, jauh di atas golden age. Ini karena motivasi dan kemauan kuat. Jangan merasa tua setelah usia 25 tahun, karena sebenarnya kita bisa melewati itu,” saran Dedeh yang bulan Maret ini mengikuti kejuaraan World Masters Athletics untuk mempertahankan gelar emasnya yang ke-4.
(lanjut ke halaman berikutnya)
BACA JUGA :
Pertama Kali Ikut Asian Games, Emilia Nova Raih Perak dari Lari Gawang 100 Meter
Belajar Tentang Mental Sukses Dari Atlet Dedeh Erawati
Women Sport Foundation Indonesia Diresmikan untuk Mendukung Prestasi Atlet Wanita
Topic
#dedeherawati