Ujian Untuk Naik Kelas
Mereka bercerita, beragam tantangan harus mereka lalui sebelum bisnisnya bisa dikenal dan naik kelas seperti saat ini. Mulai dari tim dan kultur perusahaan, investasi modal, hingga kepada siapa mereka meminta bantuan dan dukunga saat menghadapi tantangan tersebut.
Menemukan tim yang berbagi visi serta semangat kerja yang sama dengan sang founder sama sekali tidak mudah. Tapi hal itulah yang juga mengajarkan dan memberikan mereka pengalaman tak ternilai. "Tiap orang lebih baik memiliki perannya masing-masing. Saya pernah dikecewakan rekan tim yang sudah saya percaya dan saya berikan banyak peran dan kewenangan. Sejak itu saya sadar harus mulai mengefektifkan tim sesuai peran masing-masing. Bahwa ternyata ada divisi yang tidak boleh digabung-gabung," ujarnya.
Sementara menurut Ibu Lintang bahwa "Matchamu punya semboyan 'mboh piye carane' yang dalam Bahasa Jawa berarti apapun caranya pasti bisa. Semboyan ini menunjukkan bahwa tim Matchamu sangat mempunyai winning spirit untuk terus tumbuh dan naik kelas," ungkap Lintang.
Semboyan ini akhirnya menciptakan budaya kerja di kantor, yang sangat membantu untuk menyeleksi orang-orang,
Tantangan lain ketika bisnis sudah semakin besar dan ingin naik kelas adalah kebutuhan modal yang juga besar, di saat itulah bisnis membutuhkan partner investor.
'"Banyak yang masih mengkhawatirkan kehadiran investor dalam bisnis karena takut visi atau idealisme founder tak sejalan dengan investor. Oleh karena sebaiknya cari investor yang setuju untuk silent dan percaya dengan cara kita," saran Ayu.
Tentu perlu ada transparansi keuangan antara founder dan investor. Meski investor tidak banyak ikut andil namun soal finansial adalah ranah dimana investor perlu dilibatkan agar mereka juga percaya dengan kinerja founder soal modal yang mereka tanamkan ke bisnis.
Bagaimana menyeleksi investor yang tertarik dengan bisnis kita?
Lintang yang memenangkan dari BEKRAF mengalami ini. Banyak yang tertarik untuk segera investasi ke Matchamu, namun ia memilih untuk melakukan proses penjajakan secara pelan-pelan sampai menemukan yang tepat. "Saya memilih investor yang sehat, yang lebih peduli pada visi bisnis dibandingkan sekadar laba, dan yang bisa percaya dengan tindakan founder untuk mengeksekusi perluasan bisnis."
Agar memiliki kekuatan lebih saat menghadapi tantangan bisnis, Ayu juga menekannya pentingnya bergabung dengan komunitas wirausaha. Dalam komunitas para pelaku wirausaha bisa saling konsultasi, berbagi permasalahan masing-masing, serta bertukar perspektif. Komunitas seperti Endeavor bahkan memberikan fasilitas seperti coach internasional.
"Endeavor pun membantu dalam soal kolaborasi antar brand, yang sangat bagus dalam menaik-kelaskan suatu bisnis."
Hal ini disetujui Lintang yang juga tergabung dalam Endeavor. Lewat komunitas ini ia mengaku mendapat banyak value dan bertemu mentor bisnis luar biasa. (f)
Jessica Thennia (Kontributor)
Editor : Nuri Fajriati
Baca Juga:
Memaknai Bisnis, Tak Sekadar Mencari Keuntungan
Meningkatkan Nilai Bisnis bagi Wanita Wirausaha
Wanita Sebagai Penggerak Lingkungan