Health & Diet
Teknologi Medis Terbaru Ini Bisa Bantu Atasi Keringat Berlebih

22 Sep 2026

Keringat berlebih pada ketiak padahal sedang diam saja? Mungkin kamu mengalami hiperhidrosis. Foto ilustrasi: Pexels/Mayara Caroline Mombelli


Belakangan ini tubuh kita jadi makin berkeringat karena cuaca lagi panas-panasnya. Tubuh terasa lengket, dan bawaannya gerah terus.

Ternyata kita harus bersyukur masih terus berkeringat, karena berkeringat adalah mekanisme alami tubuh untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil. 

Selain karena suhu panas lingkungan, produksi keringat dapat meningkat ketika kita melakukan aktivitas fisik, atau mengalami kondisi medis tertentu. 

Namun pada sebagian orang, produksi keringat ini dapat terjadi secara berlebihan (baik di telapak tangan, telapak kaki, hingga di ketiak sampai menembus baju), bahkan ketika seseorang tersebut tidak sedang kepanasan, berolahraga, atau melakukan aktivitas berat apa pun. 

Kondisi tersebut dikenal sebagai hiperhidrosis, dan kondisinya tidak sama pada setiap orang. Memiliki kondisi hiperhidrosis terasa tidak nyaman, dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, dan menurunkan rasa percaya diri.

Berdasarkan penyebabnya, hiperhidrosis dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu: 

1/ Hiperhidrosis primer 
Ditandai dengan produksi keringat berlebih pada satu atau beberapa area tubuh, seperti ketiak, tangan, kaki, dan dahi. Pada kondisi ini, kelenjar keringat tetap aktif meskipun tidak ada pemicu berupa suhu panas atau aktivitas fisik. 

Umumnya, gejala mulai muncul sejak usia anak-anak hingga remaja. Penyebab pastinya belum diketahui, namun, faktor riwayat keluarga atau genetik diduga memiliki peran dalam kemunculannya.

2/ Hiperhidrosis sekunder
Kondisi ini dapat memengaruhi seluruh tubuh dan sering kali disebabkan oleh kondisi medis lain seperti diabetes, masalah tiroid, atau efek samping obat-obatan. Kondisi ini biasanya baru muncul setelah usia dewasa.

Advertisement
Salah satu bentuk hiperhidrosis yang cukup sering terjadi adalah hiperhidrosis aksila, yaitu kondisi produksi keringat di area ketiak yang sangat banyak, bahkan dalam keadaan istirahat. Bukan cuma mengganggu rasa percaya diri (karena “basket”), kondisi ini juga bisa memicu iritasi kulit.
 
Berbagai cara penanganan dua hiperhidrosis ini antara lain penggunaan deodoran—tetapi  sering membuat kulit merah dan gatal, atau penyuntikan botox yang efeknya hanya bertahan 4-6 bulan.
 
Sekarang ada teknologi medis terbaru di RS Pondok Indah - Puri Indah yang bisa jadi salah satu pilihan cara mengatasi produksi keringat berlebih pada ketiak, yaitu Advance Sweat Reduction.

Karena kelenjar keringat ketiak berkumpul di satu area kecil ketiak, penanganan lokal lewat tindakan ini diklaim efektif dan minimal invasif. 

Sebelum tindakan, dokter akan memetakan area ketiak untuk mengetahui bagian yang paling aktif menghasilkan keringat. 

Setelah area kelenjar keringat untuk dibuang atau ditangani ditandai, laser-assisted liposuction akan dimasukkan melalui sayatan kecil ke lapisan tipis di bawah kulit untuk mengikis, merusak, dan menyedot keluar kelenjar keringat di area tersebut. 

Pasien akan merasakan penurunan produksi keringat di ketiak secara permanen sebesar 70%-90%. Selain mengurangi keringat, tindakan ini secara drastis dapat mengurangi bau badan.

Kemungkinan kekambuhannya sekitar 10%-20% kasus—keringat muncul kembali—dan hal ini biasanya karena ada kelenjar mikro yang terlewat. Tindakan ini juga diklaim aman untuk dilakukan ulang di kemudian hari.
 
Advance Sweat Reduction juga mengklaim tindakan ini tidak akan memicu efek keringat kompensasi, yaitu pindahnya keringat berlebih ke area punggung, dada, atau paha. 

Kalau kamu mengalami masalah hyperhidrosis, Advance Sweat Reduction bisa jadi opsi solusi agar aktivitas sehari-hari kamu lebih nyaman. (f)

Baca juga: 
6 Langkah Sederhana Agar Kulit Bebas Gerah
3 Minuman Segar untuk Dinikmati Saat Cuaca Panas Bulan Ini
5 Langkah Paling Simpel Biar Survive di Cuaca Super Gerah


Brianna Relisha


Topic

#feminaindonesia, #feminahealth

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?