Health & Diet
Penting! Ini yang Harus Anak Ketahui Soal Food Sharing

14 Nov 2024

 Anak-anak kadang suka melupakan risiko kesehatan yang mengintai ketika tengah asyik berbagi bersama teman sebaya. Foto ilustrasi: Pexels/Yan Krukau

Orang tua pasti bangga ketika anak mulai menunjukkan rasa peduli dan empati, terlebih melalui kegiatan berbagi.

Saat anak mulai masuk masa sekolah dan bertemu teman sebaya, rasa kepedulian anak juga akan semakin meningkat. Berbagi makanan dan peralatan makan kerap dianggap anak sebagai cara untuk menunjukkan rasa peduli. Meski terlihat baik, ternyata kegiatan ini memiliki banyak bahaya mengintai!

Saat anak menggunakan peralatan atau memakan makanan yang sama dengan teman-temannya, maka akan terjadi penularan droplets atau cipratan air liur. Cipratan air liur itu dapat mengandung berbagai virus yang dapat menyebabkan penyakit, seperti gondongan (mumps), flu singapura (HFMD), cacar air (varicella), dan lain-lain. 

Gejalanya tak langsung terlihat 

Ternyata anak yang terpapar virus tidak langsung menunjukkan gejala. Dokter spesialis anak, Dr. dr. Irene Ratridewi, SpA(K), saat menjadi pembicara di webinar Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut, virus paramyxoviruses (penyebab gondongan) baru menunjukkan gejala setelah dua hingga tiga minggu menginfeksi anak. Rentang waktu  ini disebut dengan masa inkubasi. 

"Masa inkubasi ini membuat kita akan sulit mendeteksi asal muasal penyakitnya dari mana," ujar dr. Irene.

Ingatkan anak akan dampaknya

Memang tidak mudah mengingatkan anak bagaimana cara menjaga kesehatan dengan tidak asal berbagi makanan. Namun hal ini dapat diatasi dengan memberikan penjelasan mengenai dampak dari berbagi makanan dengan alat makan bersama atau bergantian alat makan yang sama.

Dengan menjelaskan dampak yang bisa dialami, anak akan lebih berhati-hati walaupun berbagi makanan niatnya baik jika makanan itu masing-masing dikemas terpisah.  
Advertisement

"Kita bisa berulang kali mengingatkan sebelum berangkat sekolah atau pergi ke pesta ulang tahun teman. Dengan begitu, kita bisa mengurangi risiko anak tertular penyakit dari alat makan yang digunakan bersama," kata Irene.

Mengingatkan akan hal baik terkadang memang sulit untuk langsung diterima anak-anak. Namun sebagai orang dewasa, kita tetap harus berusaha memberikan pengertian dengan pendekatan yang mudah dipahami anak-anak, tanpa melupakan mengajarkan mereka arti berbagi. Setuju, kan....

Baca juga:
Perkenalkan Ngemil Sehat Sejak Dini
Mengenal Apa Itu Obsessive Compulsive Disorder
Masih Musim Hujan, Waspada Kasus DBD pada Anak

 

Ghina Athaya


Topic

#berbagibekalsekolah, #foodsharing, #kebiasaananak

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?