Health & Diet
Jangan Lupa Jadi Pasien Proaktif! Tanyakan 2 Hal Ini Saat di Dokter Gigi

7 Apr 2017


Foto: Fotosearch

 
Kita punya peran penting dalam menentukan kesembuhan dan kesehatan diri. Salah satunya dengan aktif melempar pertanyaan yang tepat pada dokter yang menangani kita. Dengan begitu, tak sekadar cepat sembuh, harapan menjadi sehat optimal dalam aktivitas sehari-hari akan lebih besar peluangnya. Kali lain berkonsultasi ke dokter, jangan lupakan tanyakan ini
 
* Bisakah gigi saya yang bolong langsung ditambal? Bagaimana menjaga tambalan agar bertahan lama?
Dengan bertanya seperti ini, pasien akan mendapat penjelasan kondisi giginya secara rinci, sehingga tahu alasan perawatan yang dijalani dan lebih berhati-hati di kemudian hari. Drg. Callista Argentina, SKG., Cht., menyarankan agar pasien segera memeriksakan giginya ke dokter ketika sudah mengalami tanda-tanda seperti gigi ngilu usai terkena makanan manis atau dingin serta pendarahan saat menyikat gigi.

“Ketika belum terjadi kerusakan yang parah dan belum terasa nyeri, gigi yang bolong bisa langsung ditangani dan diperbaiki,” ujar dokter dari Almerira Clinic ini. Ia membenarkan, pada tahap awal gigi yang sakit karena bolong masih dapat ditangani dengan penambalan gigi.

Tapi, ketika gigi sudah terasa sakit yang meradang, biasanya dokter tidak akan melakukan tindakan tersebut, dan pasien perlu tahu mengapa dokter tidak langsung mengambil tindakan menambal gigi. “Bisa saja dilakukan penambalan sementara, namun pasien harus kembali lagi sekitar tiga sampai tujuh hari kemudian,” terangnya.

Saat gigi masih mendapat tambalan sementara, pasien harus menahan diri untuk tidak mengonsumsi makanan yang bertekstur renyah dan ujungnya tajam seperti keripik serta gorengan yang lapisan tepungnya tebal. “Makanan seperti ini dapat menyebabkan tambalan sementara tercongkel. Selain itu, usai meneguk minuman manis, pasien sebaiknya berkumur dan minum air putih. Hal-hal sepeti ini juga sebaiknya ditanyakan agar pasien lebih menjaga giginya,” ujar drg. Callista. Jika tidak berhat-hati, maka kondisi gigi bisa semakin parah dan akan memakan biaya lebih besar.

Advertisement
Untuk menjaga gigi selama masa penyembuhan, Anda disarankan menggunakan sikat gigi dengan ujung bulu sikat yang halus untuk menyikat gigi. “Jangan lupa untuk memosisikan sikat 45 derajat menghadap ke area antara gusi dan gigi (leher gigi). Karena area tersebut adalah tempat menumpuknya plak yang dapat menjadi karang gigi,” tambahnya.

* Kenapa harus menjalani operasi gigi?
Jawaban dokter akan meluluhkan keraguan pasien untuk melakukan operasi yang disarankan saat gigi geraham bungsu tumbuh secara tidak normal (miring atau horizontal), sehingga menyebabkan gusi bengkak. Operasi ini memang memakan biaya yang tidak sedikit. Oleh sebab itu, terkadang orang mengurungkan niatnya untuk melakukan operasi tersebut. Padahal, jika tidak segera ditangani, area sekitar gigi geraham bungsu tersebut akan membengkak dan terjadi peradangan yang menjalar hingga leher.

Sebelum dioperasi, pasien harus menjalani tahap rontgen, suntik bius lokal, pembedahan hingga penjaitan kembali. Bagi pasien yang takut menjalani operasi seperti ini drg. Callista berharap pasien lebih terbuka, sehingga ia pun dapat memotivasi dan lebih leluasa mengambil tindakan.

Setelah operasi selesai dilakukan, biasanya pasien akan mengalami pembengkakan. “Hal ini salah satu yang ditakutkan oleh pasien, padahal normal terjadi. Karena pembengkakan tersebut adalah reaksi dari proses penyembuhan luka bekas operasi,” ucap drg. Callista. Pasien hanya dapat mengonsumsi makanan dingin hingga pendarahan berhenti sekitar empat sampai lima hari. Karena jika jahitan yang bengkak terkena makanan tajam, kondisi gusi akan memburuk hingga terjadi infeksi.

“Alternatif lain yang bisa diambil oleh pasien adalah dengan meminta obat pereda nyeri dan antibiotik,” jelasnya. Untuk pemberian obat tersebut, pasien juga perlu menanyakan seputar efek samping dan gejala alergi yang mungkin timbul dari konsumsi obat.(f)

Baca juga:
Yuk, Jadi Pasien Proaktif! Tanyakan 2 Hal Berikut Saat Ke Dokter Umum



Topic

#pasienproaktif

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?