Foto: Fotosearch
Obsessive dieting
Tipe ini sangat terobsesi pada diet. Mereka cenderung pemilih soal makanan, hobi menahan lapar, mengganti menu sarapan atau makan malam, mengatur jam makan, dan sering menghitung setiap kalori yang dimakan. Dengan pola ini biasanya bobot tubuh bisa turun drastis namun juga cepat naik kembali. Penyebabnya: perasaan tertekan dan bersalah setiap kali menyantap makanan.
Bagi tipe ini makan identik dengan kesenangan. Misalnya, nih, saat Anda mendapatkan promosi jabatan, satu keluarga diajak makan-makan untuk merayakannya. Bahkan kadang, ketika Anda bad mood pun, pelariannya lagi-lagi ke makanan. Emotional eating juga berkaitan dengan keinginan impulsif. Contoh, meski baru selesai makan siang, saat teman membawa pizza, Anda tergerak buat melahapnya. Ya, si emotional eating menghubungkan makanan dan perasaan dengan cara yang salah, tuh.
Faulty programming
Tipe ini punya ‘program mental’ yang salah. Contoh, sebagian masyarakat menganggap tubuh gemuk sebagai lambang kesejahteraan. Semakin gemuk seseorang berarti semakin makmur hidupnya. Dengan pola pikir seperti ini, Anda cenderung menganggap gemuk bukan masalah. Padahal, kegemukan justru sama dengan menimbun banyak penyakit di tubuh! (f)
Anggriani Prameswari
Topic
#tubuhlangsing