Foto: Dok. Pixabay
Bicara tentang Alzheimer tak bisa lepas dari demensia. Menurut Dr. dr. Martina W.S. Nasrun SpKJ (K), Psikiater Konsultan Usia Lanjut RSUPN Cipto Mangunkusumo, demensia terutama disebabkan oleh sel-sel otak yang mati atau mengecil, sehingga otak tidak dapat berfungsi normal. Penyebab matinya sel tersebut bisa bermacam-macam. Jenis demensia vascular (kematian sel karena otak kekurangan oksigen) misalnya, bisa disebabkan oleh stroke. Namun, untuk demensia jenis Alzheimer penyebabnya masih belum ditemukan. Sejauh ini, hanya diketahui adanya ketidakseimbangan protein yang menyebabkan sel otak berhenti bekerja.
Demensia menimbulkan beban kesehatan yang cukup tinggi bagi penderita dan keluarganya. Pasalnya hingga saat ini penderita harus bergantung pada obat sepanjang hidupnya, karena penyakit ini belum bisa disembuhkan.
Selain itu, pengetahuan masayarakat yang masih minim pada penyakit demensia ini menyebabkan tak terdeteksinya penyakit sejak dini. Mitos seputar demensia pun beredar luas di masyarakat. Untuk sahabat femina, Dr. Martina mengidentifikasi 12 hal berkaitan dengan demensia yang perlu dicermati kebenarannya.
Temukan ke 12 mitos tersebut di halaman berikut.
Faunda Liswijayanti
Topic
#demensia, #alzheimer