Saat Nate berusia lima tahun, tugas Papi selesai dan ia memboyong keluarganya ke Jakarta. Kecuali Nate, yang ditinggal di rumah Lola buat menemani neneknya yang ngelangut karena Lolo --sebutan untuk kakek-- meninggal.
Saat bepergian ke India, ia kerap disangka Ladagspa, orang-orang Ladakh di Pegunungan Himalaya. Tetapi di Ladakh sendiri, ia dikira Nepali. Di Kamboja disangka orang Burma, dan sebaliknya. Toh, hal itu ia rasakan wajar, karena negara- negara tadi cukup jauh dari Indonesia atau Filipina.
Namun, mendapati komentar di tanah air sendiri, Nate ingin berteriak, “Aku iki wong Jawa!” dengan ‘o’ bulat menggantikan ‘a’ dalam kata Jawa.
Topic
#cerpen, #fiksifemina