Aku menjadi bidadari, Ibu.
Di sini langit berwarna-warna cerah. Seperti pelangi raksasa. Bisakah Ibu membayangkannya? Namun, sebenarnya aku lebih suka membayangkan langit itu sebagai taman bunga. Berapa banyak serangga datang ke sana? Mereka berbondong-bondong melintas di atas kepalaku. Aku berteriak, “Hai, apa
Tidak seekor pun yang menyahut. Serangga selalu tak sabar berburu bunga.
Ibu pasti tahu itu. Tidak mengapa. Aku senang dengan hanya memandanginya. Hatiku sudah penuh dan aku lupa cara lain menjalani kehidupan di sini, selain dengan berbahagia. Karena itu, Ibu, jangan lagi mengingatku sebagai kesedihan.
Sekarang bangunlah, aku akan keluar dari mimpimu.
Topic
#fiksifemina