Kalau ada yang mengatakan aku perempuan jahat, itu benar.
Sederet sebutan lain juga masih cocok untukku: munafik, pembohong, tukang mempermainkan perasaan, penggoda suami orang…. Silakan cari lagi. Sebab semuanya memang cocok untukku.
Maka aku sekarang di sini, di salah satu bangku gerejaku yang dulu, yang sampai sekarang masih menjadi gereja yang juga dihadiri keluarga Parulian. Ini pagi hari tanggal dua puluh lima Desember. Ini hari Natal.
Tapi, jangan sangka kalau aku ke sini demi sebuah niat luhur untuk merayakan Natal dalam suasana damai, dalam kerelaan untuk memaafkan keluarga Parulian dan juga meminta maaf kepada mereka. Tidak, aku tidak sesaleh itu.
Aku ke sini semata-mata untuk melihat Parulian. Aku yakin dia ke gereja sini hari ini, makanya aku ingin bertemu dengannya. Tadi malam setelah terjaga karena mimpi, aku merasa sangat rindu padanya. Aku sungguh-sungguh tak tahan ingin melihatnya.
Dia memang ada. Sejak dia baru masuk, aku sudah melihatnya. Berbaju hijau lembut dan celana hitam. Wajahnya bersih dengan rambut pendek dan rapi. Dia datang bersama istrinya yang menggendong bayi mereka, orang tua, dan adik-adiknya. Ada Mario juga, tapi aku tak peduli. Aku tak ke sini untuk melihat dia.
Advertisement
Mereka duduk di baris ketiga dari depan.Aku sendiri duduk di barisan paling belakang, selain menghindari dia, juga untuk menghindari kawan-kawan yang mengenalku. Jadi bisa kupastikan dia tak mungkin melihatku, sementara aku dapat sesuka hati melihat dia, meski cuma dari belakang saja.
Ibadah terasa panjang sekali. Duduk berdiri, duduk lagi, berdiri lagi. Lalu ada paduan suara gabungan, paduan suara ibu, paduan suara bapak, paduan suara anak, puisi anak-anak, Aduhhh.., banyak sekali, panjang sekali. Aku terkantuk-kantuk.
Usai kebaktian, aku bergegas melakukan rencanaku. Tanpa menyalam kanan kiri, aku segera pergi ke luar. Di tempat yang sudah kupilih, aku mengetik sebuah SMS.
“Kalau kau mau, temui aku di halaman belakang. Sekarang.”
Aku menunggu dengan berdebar. Dia ternyata datang.
Tahu-tahu kami sudah saling berpelukan. Aku tak tahu, apakah ada orang lain yang melihat.
.****.
Topic
#fiksifemina