Senang kucing dan akhirnya mampu (alias punya waktu, tenaga, dan biaya) untuk memeliharanya? Adopsi mereka, yuk!
Shelter atau tempat penampungan hewan liar di wilayah rumah kita adalah destinasi yang bisa dituju dalam mengadopsi anak kucing atau kucing dewasa.
Sebelum melakukannya, baca dulu tips berikut, agar kita dan kucing yang diadopsi sama-sama bahagia. Beberapa tips juga bisa diaplikasikan jika kita memutuskan memelihara kucing liar atau kucing yang kita tolong di sekitar rumah.
1. Kenali kondisi rumah kita
Pertama, kita tinggal di rumah atau apartemen yang memperbolehkan memelihara hewan. Gak usah ngumpet-ngumpet, karena kasihan si kucing nantinya. Perhatikan juga siapa yang tinggal bersama kita; alergikah mereka pada kucing? Maukah mereka ditempel manja oleh si kucing?Kedua dan terpenting: Siapa yang akan merawat si kucing? Tak hanya memberi makan tapi juga memandikan dan mengurus pasir dan BAB-nya.
2. Simak formulirnya
Jika memutuskan mengadopsi kucing dari shelter (atau kadang-kadang di klinik vet), harus ada formulir serah terima yang berisi syarat-syarat pengadopsian. Baca dengan seksama, karena aturan-aturan tertulis itu penting bagi si kucing, shelter, dan kita.3. Bertanyalah
Jangan ragu untuk bertanya; apalagi jika ini pertama kalinya kita punya hewan peliharaan. Shelter yang baik punya karyawan atau sukarelawan yang mau menjawab pertanyaan-pertanyaan ribet kita, karena mereka juga ingin kucing itu mendapatkan tempat yang sesuai dengan kebutuhan si kucing.4. Setiap kucing berbeda
Ada kucing yang mendadak galak jika bertemu orang baru; ada yang sok manja, ada pula yang baru mau akrab setelah beberapa kali bertemu.Sebaiknya, sih, kunjungi shelter tujuan kita beberapa kali, agar anak kucing yang ingin kita adopsi terbiasa dengan kita. Bermainlah dengan mereka, pelajari tingkah lakunya. Siapa tahu mereka cemburu jika kita mengelus kucing lain.
5. Cek kondisi kucing
Kucing yang kita adopsi perlu kita cek kondisinya ke dokter hewan. Bisa jadi mereka perlu diberi obat cacing, divaksinasi atau disteril. Konsultasikan dengan dokter.Di rumah, perhatikan pula kondisinya; siapa tahu mereka tidak mau main dengan anak-anak, tidak mau gaul dengan kucing lain tapi justru mau main dengan anjing (kadang-kadang terjadi, tuh).
Pastinya, mengadopsi kucing atau hewan peliharaan tak ubahnya dengan mengadopsi anak atau anggota keluarga baru. Sayangi mereka, jangan hanya dibawa pulang dan dicuekin. Kucing tahu siapa yang sayang mereka, dan akan membalasnya dengan mencintai kita (biarpun bandel garuk-garuk sofa, ya).
Baca juga:
Terpesona Karya Hiperealistsis Patricia Piccinini di Museum MACAN
Tips Menitipkan Hewan Saat Lebaran
Tips Ciptakan Rumah Ramah Anabul
Zornia Harisantoso