Foto: Fotosearch
Novita – Jakarta
Saran Irma Makarim
Dengan menerima permintaan pertemanan di Facebook, mau tak mau Anda akan menerima komentar dari orang lain. Anda tak akan pernah tahu komentar yang Anda terima karena semua pihak bebas berkomentar sesuai keinginannya. Begitu juga saat Anda mengikutsertakan orang tua dalam Facebook.
Risikonya, beliau tak hanya bisa mengikuti aktivitas Anda, tetapi juga mengomentarinya. Bantu orang tua untuk memahami bahwa semua komentar mereka bisa dibaca oleh teman-teman Anda, termasuk kolega profesional, sehingga orang tua tahu batas sejauh mana mereka bisa terlibat dalam kehidupan Anda di media sosial.
Upayakan juga untuk menjaga komunikasi dengan terbuka agar Anda dapat mengungkapkan perasaan Anda kepada orang tua terkait komentar mereka. Semua ini berpulang kembali pada Anda. Anda harus bisa menentukan hal-hal yang bisa ditampilkan di media sosial. Hal ini bisa membantu Anda meminimalkan komentar yang tidak kehendaki.
Baca juga:
- 3 Alasan Kita Tidak Boleh Mengumbar Data Pribadi di Dunia Maya
- Aplikasi FindFace dan Ancaman Privasi
Saran Monty Satiadarma
Memiliki Facebook membuka peluang positif dan negatif. Positifnya, tentu Anda bisa memperoleh masukan dari berbagai pihak dan sebaliknya. Begitu juga risiko komentar yang bisa datang dari mana saja. Jika Anda tak berkenan, Anda bisa memutuskan untuk mengakhiri pertemanan.
Di sisi lain, komentar dari orang tua Anda memang sulit dicegah. Apalagi, siapa pun punya kebebasan untuk berkomentar di media sosial. Oleh karena itu, cobalah berikan pengertian pada orang tua untuk tidak terlalu banyak mengomentari aktivitas Anda di Facebook. Bisa jadi, mereka belum sepenuhnya memahami dampak komentar tersebut bagi Anda karena masih asyik berkenalan dengan teknologi baru.
Tiap teknologi punya keunggulan dan keterbatasan masing-masing. Ketika Anda memilih untuk menggunakan Facebook, Anda harus siap mendapatkan komentar positif maupun negatif dari siapa pun, karena Anda tidak bisa mengendalikan orang lain. (f)
Topic
#Gadget