Foto: Pixabay
Solusi: Menghadapi orang seperti ini, perlu kepala dingin. Sebab, jika Anda berdua sama-sama ngotot, pembicaraan tidak akan efektif dan malah akan memperuncing masalah. Kuncinya adalah momen yang tepat. Anda bisa memanfaatkan sesi feedback dalam forum pertemuan rutin untuk menyatakan sikap Anda sebagai pemimpin dalam menangani masalah. Kemukakan padanya, selain memerhatikan performa kerja, perusahaan juga memasukkan perilaku sebagai salah satu penilaian karyawan.
Tekankan juga bahwa akan lebih baik bagi perusahaan untuk mempekerjakan karyawan dengan kemampuan sedang-sedang saja tapi kooperatif, daripada pegawai yang pintar tapi berperangai buruk. Pasalnya, perjalanan waktu dan pengalaman mampu membuat skill seseorang bertambah. Tapi, perangai buruk akan terus menjadi sumber masalah. Jadi, lebih baik kehilangan satu orang ketimbang mengganggu ketenteraman kerja. Selain menjadi teguran tak langsung atau 'lampu kuning' bagi pembuat masalah, pembicaraan ini bisa sekaligus berfungsi sebagai warning atau peringatan bagi pegawai lain. (f)
Topic
#TipKarier