Berbagai cerita yang dibagi di platform media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram dan juga video di YouTube, adalah bagian dari kegiatan marketing communication dari sebuah personal branding.
Secara luas, pengertian personal branding adalah berbagai kegiatan, baik yang sehari-hari maupun yang didesain khusus, yang dilakukan oleh seseorang dalam rangka membangun reputasi. Ini merupakan
bagian dari investasi membangun brand equity.
Dalam dunia profesional, kini tak sedikit head hunter dan HRD (Human Resource Department) sebuah perusahaan mencari informasi tentang calon pegawainya lewat online. Dua alasan terpenting adalah:
Pertama, cara ini dinilai lebih cepat dan efisen daripada memanggil atau bertanya ke 10 orang yang kemungkinan mengenal calon karyawan bersangkutan.
Kedua, di era ketika digital yang memiliki peranan besar hampir di setiap lini kehidupan, tidak sedikit perusahaan yang ingin mengetahui sejauh mana pemahaman calon karyawannya dalam mengikuti perkembangan teknologi. Apakah Anda cukup digital confident?
Dengan demikian membangun digital personal branding menjadi penting sebagai bagian dari profesionalisme, bukan sekadar mengampanyekan diri sendiri. Tapi juga bagaimana seseorang membawa nilai-nilai dan kemampuan yang ia miliki. (f)
Baca juga:
4 Syarat Membuat Foto yang Menarik Pada CV
Ini Tiga Kata yang Paling Banyak Muncul di Profil LInkedIn Para Profesional Indonesia
3 Cara Agar Sarjana Lebih Mudah Mendapat Kerja
Waktu yang Pas Berkata ‘Tidak’ Dalam Pekerjaan
Faunda Liswijayanti
Topic
#personalbranding, #digitallife, #gadget, #literasidigital, #mediasosial, #cerdasbermediasosial