Morning run, pilates, matcha, hingga sarapan bersama komunitas kini ikut membentuk kultur pagi perempuan urban. Wardah A.M Club masuk ke tren ini dengan satu pesan yang disampaikan dalam rilis persnya, bahwa sunscreen bukan produk one-size-fits-all.
Wardah membagi kebutuhan sunscreen ke lima situasi, yakni makeup day, sport, daily activities, sensitive skin, dan post-treatment. Artinya, pilihan produk bisa berubah mengikuti kondisi kulit, aktivitas, tekstur yang disukai, hingga hasil akhir yang diinginkan.
Pendekatan ini didukung teknologi. UV Protection Diagnosis menggunakan kamera UV berbasis AI untuk melihat area wajah yang sudah terlindungi, sedangkan AI Sunscreen Profile Finder menggabungkan analisis kulit dan gaya hidup untuk memberikan rekomendasi produk. Ada pula Sunscreen SPF Robo Lab untuk mengenal tekstur, finish, ketahanan air, dan reapplication.
Wardah sekaligus memperkenalkan Vegan PDRN Physical Sunscreen for Skin Longevity, yang ditujukan untuk perlindungan lebih gentle, termasuk bagi kulit sensitif setelah treatment.
Konsep active lifestyle kemudian dibawa ke aktivitas nyata melalui Pilates at the Park dan Wardah A.M Run bersama HOKA, ditambah breakfast talks, workshop, journaling, dan silent reading club. Yuki Kato, Sivia, Agatha Pricilla, dan Tantri Namirah hadir sebagai empat A.M Club Icons dengan persona berbeda.
Wardah juga berkolaborasi dengan Wonderwhy meluncurkan A.M Club Magazine x Wonderwhy, yang membahas movement, skin longevity, sisterhood, hingga rekomendasi breakfast spot dan apparel.
Yang menarik, Wardah tidak lagi menjual sunscreen semata sebagai kewajiban skincare. Proteksi UV ditempatkan sebagai bagian dari rutinitas, sama wajarnya dengan memilih sepatu untuk berlari atau pakaian sesuai aktivitas hari itu. (f)
Reuni Goblin dalam Program Spesial Bersama Para Bintang Utama
Clasutta dari Indonesia Hadirkan Karya Penuh Emosi di Whitestone Gallery, Singapura
Seni Sebagai Wujud Pertukaran Bermakna Jadi Tema ArtMoments Jakarta 2026
Trifitria Nuragustina