<b>Peralatan Wajib</b><br>Sisir sasak, curling iron, rol rambut, hair spray, dan hair gel. Sebelum mulai menata rambut, keramas rambut dan keringkan seperti biasa. Rambut juga bisa di-blow dengan round brush terlebih dulu agar hasil penataan makin maksimal.<br><b>20s</b><br>Rambut pendek ikal populer di tahun 1920an. Ikal bagian bawah rambut atau sisi kiri kanan rambut. Sematkan booby pin agar ikal menempel pada dahi atau pipi dan kuatkan dengan tambahan hairspray. Biar kental unsur 20s, tambahkan pita atau headpiece sebagai signature style para flapper yang berjaya di tahun ini. <br><b>40s</b><br>Ikal besar mendominasi tatanan rambut di tahun 1940an. Semprotkan shining serum dan curl enhancer ke seluruh rambut. Ikal rambut mulai dari bagian poni untuk yang berambut pendek, atau mulai dari setengah wajah bagi si rambut panjang. Gunakan rol paling besar untuk membentuk ikal besar, dan kuatkan dengan tambahan hairspray. <br><br><b>60s</b><br>Sasak bagian atas rambut hingga mengembang, lalu kuncir bawah dan biarkan sisa rambut keluar seperti hairdo Cara Delevingne. Bila ingin terlihat cute, beri pita lebar sebagai bandana. Tarik dan keluarkan sedikit rambut di bagian samping kiri kanan dan bagian bawah rambut untuk hasil sedikit messy. Semprotkan hair spray agar hasil tetap mengembang dan tahan lama seperti tatanan rambut yang terlihat di panggung runway Spring 2014 Alexis Mabille.<br><br>
Tiap era memiliki gaya andalan yang berbeda. Famous di masanya, dan masih tetap keren bila diaplikasikan untuk zaman sekarang. Nggak percaya? Para seleb dan desainer dunia kerap mempraktekkannya, kok. Yuk, dicoba! (NANDA DJOHAN/IST)