Tiga alasan dan tip memperbaiki di bawah ini bisa membantu kamu lebih sukses dalam wawancara kerja. Foto ilustrasi: Pexels/Ron Lach
Sudah kirim CV ke banyak perusahaan, lolos ke tahap interview, tetapi ujung-ujungnya dapat email penolakan atau malah nggak ada kabar?
Capek, wajar. Namun, sebelum menyimpulkan bahwa kamu kurang kompeten, coba evaluasi proses interview-mu.
Kadang-kadang hal yang bikin kamu belum lolos sampai diterima kerja bukan karena kemampuan kamu nggak keren, tapi mungkin jawaban kamu kurang tepat.
Ada beberapa hal yang bisa diperbaiki agar kesempatan berikutnya lebih terbuka. Coba, yuk!
1/ Jawabanmu terlalu umum
Pertanyaan seperti “Ceritakan tentang diri kamu” atau “Apa kelebihanmu?” sering dijawab dengan kalimat standar. Padahal, rekruter ingin memahami pengalaman, keterampilan, dan relevansinya dengan posisi yang dilamar.
Tip: Siapkan contoh konkret dari pengalaman magang, organisasi, kuliah, proyek pribadi, atau pekerjaan sebelumnya.
Saat menceritakan pengalaman, jelaskan situasinya, tugasmu, tindakan yang kamu ambil, dan hasilnya. Dengan begitu, jawabanmu lebih meyakinkan daripada sekadar mengaku sebagai pribadi yang pekerja keras.
2/ Kurang riset tentang perusahaan dan posisi
Datang interview hanya bermodalkan CV bisa membuatmu kesulitan menjawab pertanyaan tentang alasan melamar atau kontribusi yang bisa diberikan. Rekruter juga perlu melihat apakah pemahamanmu tentang pekerjaan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Tip: Baca deskripsi pekerjaan dengan teliti, pelajari produk atau layanan perusahaan, dan cari tahu keterampilan yang dibutuhkan. Siapkan dua atau tiga alasan spesifik mengapa posisi tersebut relevan dengan pengalaman dan tujuan kariermu, tanpa terlalu berbusa-busa.
3/ Belum nyambung dengan kebutuhan tim
Kamu mungkin punya nilai akademik bagus atau banyak pengalaman organisasi, tetapi belum berhasil menjelaskan bagaimana kemampuan itu bisa digunakan dalam pekerjaan yang dilamar.
Proses seleksi bukan hanya soal siapa di antara sekian para pelamar yang paling pintar, tetapi juga siapa yang paling sesuai dengan kebutuhan posisi dan tim saat ini.
Tip: Hubungkan setiap pengalaman dengan keterampilan yang dicari perusahaan. Jika posisi membutuhkan kemampuan komunikasi, misalnya, ceritakan pengalamanmu mengoordinasikan acara atau bekerja dalam tim.
Jangan lupa menyiapkan pertanyaan relevan untuk rekruter agar kamu juga memahami ekspektasi pekerjaan.
Belum lolos interview bukan otomatis berarti kamu tidak kompeten. Keputusan rekrutmen dipengaruhi banyak faktor, termasuk kebutuhan perusahaan, kandidat lain, dan kriteria posisi.
Jadi, evaluasi hal yang bisa kamu kendalikan selama interview, minta masukan jika memungkinkan, dan gunakan setiap interview sebagai bahan belajar.
Hasil ini bukan untuk menyalahkan diri sendiri, melainkan supaya kamu lebih siap saat kesempatan berikutnya datang. Semangat terus! (f)
Baca juga:
5 Cara Menghadapi Lingkungan Kerja Berpotensi Toxic
Bekerja Sambil Kuliah, Kisah Mereka yang Tetap Mengejar Mimpi
5 Tip Hadapi Senior Annoying di Kantor
Brianna Relisha


