Career
Bekerja Sambil Kuliah, Kisah Mereka yang Tetap Mengejar Mimpi

24 Sep 2026

Kuliah sambil kerja bukan hal mustahil. Kisah Dinda dan Farras menunjukkan bagaimana pendidikan tinggi yang fleksibel membuka kesempatan untuk terus belajar dan meraih gelar.Kuliah sambil kerja bukan hal mustahil, seperti jika kamu kuliah di Horizon University dan Kalbis University. Foto latar belakang: Dok. Yayasan Triputra Persada Horison Education, Foto ilustrasi: Pexels/Zen Chung


Tak semua orang langsung lanjut ke perguruan tinggi setelah lulus SMA dan setingkatnya, dan setelah itu baru memasuki dunia kerja.

Banyak juga yang memiliki perjalanan pendidikan bersamaan pekerjaan dan tanggung jawab keluarga. 

Karena itu, fleksibilitas menjadi bagian penting dalam membuka akses terhadap pendidikan bagi mahasiswa dengan situasi kehidupan yang beragam.

Hal tersebut terlihat dari perjalanan mahasiswa di bawah pengelolaan Yayasan Triputra Persada Horizon Education. Melalui Horizon University di Karawang dan Kalbis University di Jakarta, pendidikan tinggi ditawarkan bagi mahasiswa dengan latar belakang dan perjalanan hidup yang berbeda, termasuk mereka yang harus bekerja sambil kuliah.
 

Kembali mengejar gelar

Dinda adalah salah satu mahasiswa yang memilih kembali ke bangku kuliah setelah sempat menghentikan pendidikan. Keputusan tersebut diambil untuk membantu keluarga setelah melihat ayahnya yang hidup dengan disabilitas bekerja sebagai pengemudi.

Selama empat tahun, Dinda bekerja sebelum akhirnya melanjutkan pendidikan melalui program Kelas Karyawan Kalbis University. Jalur ini membuatnya dapat menjalani perkuliahan sambil tetap bekerja penuh waktu di Jakarta untuk mengejar gelar di bidang Manajemen Bisnis.

“Dulu saya berpikir bahwa kuliah dan bekerja tidak mungkin dilakukan secara bersamaan. Program Kelas Karyawan Kalbis membuktikan bahwa anggapan saya salah. Saya bisa tetap mengembangkan karier sekaligus meraih gelar tanpa harus memilih salah satunya,” ujar Dinda.

Cerita serupa juga datang dari Farras, lulusan Keperawatan Horizon University sekaligus orang pertama di keluarganya yang berhasil meraih gelar sarjana. Bagi keluarganya, pencapaian tersebut bukan hanya tentang memperoleh gelar, tetapi juga tentang dukungan yang menemani proses panjang pendidikan.

“Terkadang, yang membuat orang tua yakin bukan hanya nama universitasnya, tetapi juga orang-orang di baliknya. Mereka yang percaya pada anak-anak mereka dan mendampingi setiap langkah perjalanan mereka,” kata Yayah, ibu Farras.
 

Pendidikan menyesuaikan kehidupan

Perjalanan Dinda dan Farras menunjukkan bahwa kesempatan kuliah dapat hadir dalam bentuk berbeda-beda.

Country Head PHINMA Education untuk Indonesia, Dr. Raymundo P. Reyes, menilai fleksibilitas menjadi salah satu hal penting dalam mendukung perjalanan mahasiswa.

“Setiap mahasiswa memiliki perjalanan yang berbeda. Ada yang merupakan profesional yang bekerja, ada yang menjadi orang pertama di keluarganya yang menempuh pendidikan tinggi, dan banyak pula yang harus membagi waktu antara kuliah dan tanggung jawab keluarga,” ujarnya.

Menurut Raymundo P. Reyes, pendidikan tinggi perlu mampu beradaptasi dengan kehidupan mahasiswa, bukan sebaliknya. “Dengan begitu, setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menyelesaikan pendidikan dan mencapai tujuan mereka.”

Di bawah Horizon Education, yang kini bermitra dengan PHINMA Education, jumlah mahasiswa baru Kalbis University disebut meningkat lebih dari tiga kali lipat sejak 2024. Sementara itu, jumlah mahasiswa Horizon University hampir tiga kali lipat dalam enam tahun terakhir hingga mencapai hampir 3.000 mahasiswa.

Pilihan program studinya juga berkembang, mulai dari Bisnis, Teknologi, Komunikasi, Psikologi, Desain, Pariwisata, hingga Keperawatan, Kebidanan, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, dan Pendidikan Bahasa Inggris. Beberapa program juga tersedia melalui jalur Kelas Karyawan, termasuk Psikologi dan Ilmu Komunikasi.

Bagi orang tua, kisah seperti Dinda dan Farras juga mengingatkan bahwa perjalanan pendidikan setiap anak bisa memiliki waktunya sendiri—entah langsung setelah lulus SMA, sehabis gap year, atau di saat mereka sudah bekerja. 

Karena, pendidikan tinggi atau menempuh bangku kuliah bukan semata soal kapan seseorang memulainya, melainkan tentang kesempatan untuk terus belajar dan berkembang ketika waktunya tiba. (f)

Baca juga:
Seabad Lalu, Perupa Swedia Tyra Kleen Merekam Keindahan Jawa dan Bali Lewat Lukisan dan Foto
5 Lagu Minggu Ini untuk Si Single
Survival Kit untuk Karyawan Baru, Kamu Sudah Punya?

 

Laili Damayanti


Topic

#PendidikanIndonesia, #KuliahSambilKerja

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?