Koleksi Tanö Niha menangkap esensi keindahan alam Nias dan warisan budayanya. Foto: Dok. Mel Ahyar Archipelago
Ketika mengolah koleksi fashion yang terinspirasi kekayaan budaya Nusantara, wastra tak harus jadi titik awal atau tolok ukur.
Sejarah dan budaya masing-masing juga bisa jadi ide nan kaya, seperti dilakukan Mel Ahyar melalui koleksi jenama Mel Ahyar Archipelago bertajuk Tanö Niha.
Dari ukiran kayu dan batu hingga detail biji hanjeli, Tanö Niha menerjemahkan warisan budaya Nias ke dalam 20 looks yang menonjolkan craftsmanship.
Diperkenalkan di acara pembukaan Fashion Nation 2026 September silam, Tanö Niha berangkat dari eksplorasi relief, ukiran kayu, dan batu yang merekam kehidupan masyarakat Nias.
Pendekatan ini menjadikan sejarah dan identitas lokal sebagai titik awal penciptaan busana, bukan sekadar menempelkan motif tradisional pada siluet modern.
Dimulai dari pustaka turun-temurun
Salah satu inspirasi utama Tanö Niha adalah Omo Salawa, rumah panggung yang secara historis menjadi tempat tinggal raja dan bangsawan Nias.

Mel Ahyar menjelaskan koleksi, dan sebagian koleksi dengan sepatu. Foto: Dok. Mel Ahyar Archipelago
Ukiran pada kayu dan batu di bangunan tradisional menjadi medium penting untuk merekam berbagai kisah kehidupan, hukum adat, serta peristiwa bersejarah.
Mengutip Mel Ahyar ketika berbincang-bincang dengan media, tradisi visual ini memiliki arti penting dalam konteks masyarakat Nias sebelum penggunaan aksara Latin diperkenalkan pada abad ke-19.
Menjadikan ukiran tak ubahnya pustaka atau ensiklopedia hidup sebagau referensi kreatif yang menghormati makna, Mel menerjemahkan karakter visual tersebut ke dalam koleksi bernuansa sculptural.
“Apa yang ditampilkan di sini memang replika dari ukiran batu yang ada di rumah kepala adat di Nias,” kata Mel, tentang motif timbul dan detail pada koleksi Tanö Niha.
Palet gelap, konstruksi busana yang tegas menghadirkan siluet berkarakter kuat, sementara ornamen tiga dimensi membawa inspirasi pahatan menjadi tampilan baru.
Koleksi ini juga mengambil referensi dari Baru Oholu, busana tradisional pria Nias yang secara historis dibuat dari serat kulit kayu pohon oholu.

Detail yang terinspirasi ukiran batu, sebuah ensiklopedia sejarah Nias; penggunaan biji hanjeli sebagai aksen. Foto: Dok. Mel Ahyar Archipelago
Dalam interpretasi Mel, elemen tersebut menjadi inspirasi bentuk dan konstruksi, bukan sekadar reproduksi pakaian tradisional.
Inspirasi keindahan alam
Keindahan alam Nias, surganya para peselancar dunia, ikut menginspirasi koleksi ini. “Ada masanya ombak tinggi seperti [bergulung] nggak habis dipandang mata,” cerita Mel.
Sebuah gaun tentang keindahan laut pun ia buat, dengan lipit rumit melambangkan gulungan ombak cantik.
Selain itu, detail jadi kekuatan Tanö Niha, yang menempatkan inspirasi budaya melalui material, tekstur, dan teknik pengerjaan.
Salah satu detail yang mencuri perhatian adalah penggunaan biji taigue atau hanjeli, yang di Nias memang sering dijadikan beads atau manik-manik untuk aksesori tradisional.

Saat tampil di Fashion Nation 2026; koleksi tengah terinspirasi keindahan laut, koleksi kanan mengambil ide interpretasi Nias terhadap noni Belanda di era kolonial. Foto: Dok. Mel Ahyar Archipelago
Di tangan Mel, biji taigue jadi aksentuasi yang bukan sekadar tempelan, namun bagian dari keseluruhan cerita tentang Nias pada koleksi ini.
Eksplorasi material juga terlihat pada sarung berbahan printed organdy dengan bordir serta sunburst pleats pada see-through dress.
Bahkan untuk baju gong yang bikin orang penasaran, ternyata Mel mengolahnya dari soluble paper. Dengan proses nan rumit, busana ini menunjukkan kalau begitu banyak hal yang bisa kita lakukan dalam mengeksplorasi kekayaan budaya Nusantara.
Menurut Arie Panca, CEO rumah mode Mel Ahyar dan Mel Ahyar Archipelago yang juga suami Mel Ahyar, ada makna lainnya dari koleksi ini.
“Semoga bisa ada wastra baru di Nias,” kata Arie Panca, merujuk keinginan akan kehadiran wastra khas Nias yang bisa memanfaatkan sumber alam di sana, menonjolkan kekayaan budayanya, serta bisa dinikmati audiens lebih luas lagi. (f)
Baca juga:
Anggun dan Koleksi Terbaru Toton dan Mel Ahyar Archipelago di Opening Show Fashion Nation XX