Kalau kamu baru melek fashion lokal progresif setelah pandemi, mungkin saja kamu belum kenal nama Andhita Siswandi.
Meski debut di panggung fashion 15 tahun lalu, selama enam tahun terakhir Andhita hiatus dari industri fashion untuk berkonsentrasi sebagai seorang ibu.
Kini, desainer yang memiliki garis rancang quirky dan fun itu kembali memeriahkan skena fashion Tanah Air melalui presentasi koleksi Spring/Summer 2027 bertajuk Adorn, sebuah comeback yang akhirnya bisa terlaksana.

Andhita Siswandi mengakui, industri fashion Tanah Air kini sudah berbeda dibandingkan sebelum ia hiatus. Foto: Dok. Andhita Siswandi
“Selain penjahit dan rekan-rekan perancang, mulai dari jurnalis mode, sosok panutan mode, model, semua sudah berbeda,” kata Andhita Siswandi, mengutip rilis pers, tentang perkembangan industri fashion selama masa hiatusnya.
Show comeback yang digelar di Half Patiunus, Jakarta, pada 23 Oktober 2026 itu jadi perkenalan Andhita Siswandi kepada generasi baru, sekalgus bukti bahwa ia telah meningkatkan kualitas rancangannya.

Mengutamakan kenyamanan dan rasa percaya diri pemakainya dalam gaya yang fun. Foto: Dok. Andhita Siswandi
Esensi fun dari rancangan Andhita Siswandi ditampilkan sebelum show dimulai. Fashion enthusiasts yang memenuhi venue dihidangkan prasmanan makanan Minang nan lezat—lengkap dengan rendang, gulai tunjang, gulai daun singkong, hingga kerupuk kulit.
Jarang-jarang, kan, makan seperti ini sebelum nonton fashion show....
Kebetulan ketika hiatus, meski masih menerima pesanan fashion dari klien, Andhita berbisnis kuliner Minang. Ia juga punya kanal media sosial tentang masak-memasak.
Comeback yang penuh kemeriahan dan semangat optimistis itu juga diwarnai berbagi kebaikan, karena Andhita pada pada kesempatan ini juga memasarkan secara terbatas kaus yang dirancang khusus untuk aksi sosial.
Seluruh keuntungan kaus warna putih atau hitam bertema Worth the Wild itu akan disumbangkan kepada para korban dampak karhutla.

Kaus Worth the Wild tersedia dalam warna putih dan hitam, yang keuntungannya akan disumbangkan untuk korban karhutla. Foto: Dok. Andhita Siswandi
Kaus warna putih itu ikut jadi bagian dari 50 tampilan busana wanita yang hadir di runway.
Potongan kemeja, kaus berkerah, blazer, bomber jacket, beraneka siluet rok dari rok pensil, sampai rok balon, skort, celana pendek, celana panjang, gaun, serta cape lalu lalang di runway dalam berbagai padu padan.
Nuansa warna manis dan ceria seperti kuning, merah muda, lavender, hijau muda, dan biru mendominasi, dipadukan warna hitam sebagai penyeimbang.
Material dalam koleksi Adorn mempertemukan duchess satin dan tweed dengan sutra, katun, organza, sifon, dan semi-wool.
Andhita bermain dengan siluet, menonjolkan bentuk pita ciri khasnya, yang dikemas dalam beragam teknik sesuai jenis materialnya.
Selain pita, terlihat detail ruffles, anyaman (weaving), volume, draperi, sematan bulu unggas, hingga tiap busana dijahit dengan finishing dari teknik French seam.

Bermain siluet dalam palet warna manis dan lembut. Foto: Dok. Andhita Siswandi
“Memang ada banyak manipulasi bahan dan teknik yang saya angkat di comeback show, agar clientele tahu ada banyak opsi yang bisa Andhita dan tim proses,” jelas desainer lulusan LaSalle College Jakarta ini.
Menargetkan pasar para perempuan aktif di atas 25 tahun yang punya gaya personal tersendiri, Andhita juga menerjemahkan judul koleksinya, yang berarti “mempercantik,” menjadi rangkaian busana yang cerdik menyiasati bentuk tubuh agar pemakainya nyaman dan percaya diri.
Sebuah sweet comeback, dan pilihan baru bagi pencinta gaya berbusana playful untuk berbagai kesempatan. (f)
Baca juga:
5 Sorotan Koleksi SAPTO DJOJOKARTIKO Spring/Summer 2027, Craftsmanship Jadi Bintangnya
New Mode, Kolaborasi Lintas Disiplin di Senayan City Fashion Nation XX
Kekayaan Tenun Indonesia dalam Show Lungsara di Senayan City Fashion Nation XX