Fashion Trend
New Mode, Kolaborasi Lintas Disiplin di Senayan City Fashion Nation XX

2 Oct 2026

Meski bukan jadi show terakhir, fashion show New Mode (25 September 2026) jadi gong menutup Fashion Nation XX, perhelatan fashion di Senayan City yang merayakan edisi ke-20-nya.

Tajuk New Mode tepat disematkan ke fashion show ini, karena jadi sebuah perayaan kreativitas yang mempertemukan fashion dengan berbagai disiplin untuk mengeksplorasi kemungkinan baru dalam berkarya.

Kolaborasi jadi benang merah dalam New Mode, yang langsung terlihat di sekuens pertama. Dana Maulana (Danjyo Hiyoji) dan Dery Rizkianto (The Rizkianto) mempersembahkan ddrue, jenama fashion baru yang lahir dari pertemuan dua perspektif dalam fashion.

Dalam konferensi pers beberapa hari sebelum show, Dana bercerita bahwa awalnya ia dan Dery hanya ingin membuat koleksi kolaborasi untuk Fashion Nation XX.

Namun akhirnya mereka sepakat membuat jenama baru, ddrue, yang merupakan gabungan dari inisial keduanya serta “rue” atau “jalan” dalam Bahasa Prancis, melambangkan awal perjalanan fashion baru mereka.

Koleksi Studio Vian Heritage, DIBBA, ddrue, dan Yosafat Dwi Kurniawan untuk New Mode. Foto: Dok. Studio One, Dok. Senayan City

Presentasi ddrue cepat, dinamis, lugas—khas Danjyo Hiyoji, dengan desain mengombinasikan DNA kedua pendirinya. Sentuhan intricate Dery terlihat pada koleksi bergaya streetwear deluxe dengan daya pakai tinggi ini.

Sekuens kedua di show New Mode yang menampilkan Studio Vian Heritage juga dibalut kolaborasi jenama ini dengan Ray Gracious melalui In Translation, yang mempertemukan fashion dengan fotografi dalam sebuah eksplorasi visual.

Siluet feminin oriental ala cheongsam tampil menawan dalam palet warna netral dan klasik, dengan sentuhan merah. Dilihat dari dekat, koleksi ini penuh detail subtil yang rumit.

Di sekuens ketiga, Yosafat Dwi Kurniawan menghadirkan menswear sebagai sebuah eksplorasi fashion yang menangkap esensi film Arisan! 2 (2011) karya Nia Dinata. Nuansa resort wear yang relaks namun tetap stylish diterjemahkan ke dalam koleksi yang juga dihiasi eksperimen teknik.

Yosafat juga berkolaborasi dengan perupa Jerome Jonathan, yang melukis dengan cat air pada scarf yang dikenakan di pinggang model, serta pada jaket terinspirasi debur ombak memecah di Pantai Lombok.

Sebagai penutup, DIBBA berkolaborasi dengan Purwarupa, yang mempertemukan fashion dengan teknologi. Sejak model pertama muncul, para penonton langsung terkesiap.

Rasanya seperti membuka halaman fashion majalah Femina di era 80-an, karena estetika glamor era ini berhasil ditampilkan Faisal Shah, sang desainer, dengan pendekatan material dan konstruksi khas dunia teknologi.

Bagi generasi muda, mungkin surat cinta untuk era 80-an ini adalah gaya para ibu mereka saat berpesta seru—the more is the fancier!

Dibba juga berkolaborasi dengan beberapa artisan lokal dalam menciptakan detail pada busana serta aksesori pelengkap tampilan koleksi ini.

Ary Kirana dan Tuan TigaBelas mengenakan sunglasses koleksi Optik Seis. Foto: Dok. Senayan City

Rangkaian New Mode ikut dimeriahkan oleh penampilan Tuan TigaBelas yang membawakan dua lagu orisinal, serta berkolaborasi dengan Ary Kirana melalui sebuah interpretasi cover lagu Cinta Terlarang dari film Arisan!.

“Melalui kolaborasi, kita tidak hanya menciptakan sesuatu yang baru, tetapi juga membuka kemungkinan baru dalam melihat dan menerjemahkan fashion,” ujar Halina, Leasing & Marketing Communications Director Senayan City, dalam rilis pers. (f)
 

Zornia Harisantoso


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?