Trending Topic
Temuan Varian Baru Virus COVID-19 di Inggris, Apa Dampaknya Bagi Indonesia?

26 Dec 2020


Foto: Pixabay


Sambut Natal dan Tahun Baru, Masyarakat Diminta Membatasi Mobilitas

Berkaitan dengan muculnya varian baru virus corona yang bermutasi, karena sifat virus yang menyebar melalui manusia, maka upaya antisipasi sedini mungkin patut dilakukan.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan selama masa libur panjang Hari Raya Natal dan tahun baru. "Sebaiknya kita duduk, karena mobilitas penduduk itu akan meningkatkan virus itu untuk menular," kata Prof Wiku di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (24/12/2020). 

Prof Wiku menambahkan mutasi virus corona ini berpotensi masuk ke Indonesia baik melalui penularan dari luar maupun dalam negeri. Oleh karena itu, ia menyarankan agar masyarakat tidak melakukan mobilitas ataupun melakukan perjalanan di masa libur panjang. 

"Karena kalau kita melakukan perjalanan mobilitas itu memberi kesempatan pada virus itu untuk menular," ujarnya. "Apalagi kalau virus varian baru ini maka potensi menularnya menjadi lebih tinggi," tambahnya. 

Pada saat yang sama, sejumlah hal lain juga patut dipersiapkan untuk mencegah virus corona varian baru menular kepada masyarakat Indonesia. Hal ini harus dilakukan karena kita juga masih terus berjuang menangani pandemi yang masih melanda.
Advertisement

"Langkah surveilans akan terus diperkuat oleh pemerintah dengan terus memonitor perkembangan virus yang sangat dinamis ini," kata Prof Wiku. 

Selama masa libur panjang Natal dan Tahun Baru 2021, Satgas Penanganan COVID-19 memperketat mobilitas pelaku perjalanan. Pengawasan persyaratan perjalanan akan dilakukan di masing-masing daerah termasuk bagi yang menggunakan transportasi darat. Satgas COVID-19 juga akan membentuk pos pengamanan terpadu seperti terminal atau rest area. 

"Satgas daerah akan melakukan sidak (inspeksi mendadak) di titik-titik tertentu, pemerintah tetap menganjurkan masyarakat melakukan tes sebagai bentuk tanggung jawab pelaku perjalanan," jelas Prof. Wiku.

Terlepas adanya perkembangan varian COVID-19 terbaru, pemerintah tetap meminta masyarakat disiplin mematuhi protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Protokol kesehatan harus diterapkan dalam setiap aktivitas dan penting dalam mencegah penularan. 

"Sehingga kita dapat melindungi diri sendiri dan orang terdekat dari COVID-19. Selain itu pemerintah daerah penting memasifkan 3T, sehingga deteksi dini dapat dilakukan kepada masyarakat dan konta eratnya yang positif Covid-19. Sehingga bisa mendapatkan perawatan," saran Prof Wiku. 

Baca Selanjutnya: ​Aturan Baru untuk Kedatangan WNI dan WNA dari Luar Negeri 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?