Trending Topic
Bertemu Langsung dengan Angelique Kerber dan Tujuh Petenis Wanita Top Lainnya di 2016 BNP Paribas WTA Finals Singapore

25 Oct 2016



Untuk yang ketiga kalinya secara berturut-turut, Singapura menjadi tuan rumah pegelaran event bergengsi BNP Paribas WTA Finals Singapore yang diadakan oleh SC Global. Bertempat di National Indoor Stadium, Singapura, delapan petenis wanita dengan ranking tertinggi pun bertanding pada tanggal 23-30 Oktober 2016 untuk memperebutkan gelar juara Women’s Tennis Association (WTA) Finals 2016.
 
Atas undangan Singapore Tourism Board, femina beruntung bisa berinteraksi langsung dengan Angelique Kerber dan kawan-kawan sekaligus menyaksikan event bergengsi yang merupakan puncak rangkaian turnamen tenis wanita ini. Yuk, berkenalan dengan mereka.

1. Angelique Kerber (Peringkat 1 dunia asal Jerman)
 

 
Bisa dibilang 2016 adalah tahunnya Angelique. Petenis berusia 28 tahun ini merebut dua gelar grand slam, yaitu Australia Open dan US Open. Di Wimbledon, dia mencapai final sebelum dikalahkan Serena Williams. Dengan prestasinya tersebut, peraih medali perak Olimpiade Rio ini dipilih sebagai 2016 Player of the Year oleh media internasional.
 
Meraih gelar grand slam pertama kalinya melalui Australia Open membuat Angelique sangat bahagia. Namun setelahnya, dia juga mengalami momen-momen sulit ketika kalah di babak pertama French Open. Menurutnya, tekanan terus bertambah ketika seorang pemain memenangkan suatu gelar bergengsi.
 
“Anda harus mencari cara untuk termotivasi lagi, pergi ke lapangan, dan berlatih keras. Tiap orang tentunya ingin mengalahkan Anda. Ketika menang pertama kalinya, tentunya butuh waktu untuk membiasakan diri. Kekalahan di French Open membuat saya sedih, tapi saya banyak belajar. Anda harus berpikir positif kalau Anda bisa memenangkan turnamen besar,” jelasnya pada sesi all access hours pada tanggal 22 Oktober 2016.
 
Datang sebagai peringkat satu dunia di WTA Finals juga cukup membebani Angelique. Maklum, sebagian besar orang menjagokannya dan mengharapkannya untuk meraih gelar juara. Di pertandingan pertamanya yang berlangsung hari Minggu, 23 Oktober, Angelique harus bermain lebih dari dua jam saat melawan Dominika Cibulkova.sebelum akhirnya menang rubber set 7-6, 2-6, dan 6-3.
 
“Seluruh pemain terbaik hadir di sini. Saya tahu saya harus bekerja keras di setiap pertandingan. Kunci kemenangan saya atas Dominika adalah fokus, bermain sesuai gaya saya, dan berpikir positif meski poin tertinggal. Saya harap bisa memberi hasil lebih baik dibandingkan tahun lalu,” ujar Angelique di press conference setelah pertandingan.

2. Agnieszka Radwanska (Peringkat 3 dunia asal Polandia)
 
 
Meski belum pernah meraih gelar grand slam, penampilan Angnieszka cukup konsisten tahun ini. Dia meraih tiga gelar di Beijing, New Haven, dan Shenzhen. Di sepanjang karier tenisnya, pemain yang akrab dipanggil Aga ini telah merebut 20 gelar. Petenis berusia 27 tahun ini dikenal dengan pukulannya yang kreatif dan bervariasi.
 
Di WTA Finals, Aga datang dengan status juara bertahan. Tahun lalu, dia mengalahkan Petra Kvitova dengan skor 6-2, 4-6, 6-3. Tentunya, ini memotivasi dia untuk mempertahankan gelar juara tahun ini.
 
“Rasanya selalu menyenangkan kembali ke tempat yang memberi Anda banyak kenangan positif. Betapa cepat waktu berlalu, sementara saya merasakannya baru terjadi kemarin. Saya berharap bisa memberikan yang terbaik lagi tahun ini,” ujarnya.
 
Sayang di pertandingan pertamanya di WTA Finals 2016 yang berlangsung kemarin (24 Oktober), Aga harus mengakui keunggulan lawannya, Svetlana Kuztnetsova.
 
“Sveta adalah salah satu pemain yang bisa melakukan segalanya di lapangan. Dia sangat solid, konsiten, dan tricky. Tentunya jalan saya masih terbuka untuk maju ke babak selanjutnya. Masih ada dua pertandingan. Kita lihat nanti hasilnya,” ujar Aga setelah pertandingan.
 
Sebagai catatan, tahun lalu Aga juga kalah satu kali di babak penyisihan, sebelum akhirnya memenangkan dua pertandingan lainnya hingga melaju ke semifinal, final, dan juara. Mungkinkah tahun ini sejarah akan berulang?

3. Simona Halep (Peringkat 4 dunia asal Rumania)

 
 
Untuk ketiga kalinya berturut-turut, Simona Halep bermain di WTA Finals. Dia merupakan salah satu pemain favorit penonton, nih, di National Indoor Stadium. Di WTA Finals 2014, Simona mengalahkan Serena di babak penyisihan. Namun di final, gantian dia yang menyerah dari lawan yang sama. Tahun lalu, Simona kalah di penyisihan grup.  Tahun ini, peraih 14 gelar ini—termasuk Madrid, Bucharest, dan Montreal di tahun 2016— berharap bisa memberikan hasil maksimal.
 
“Bermain di turnamen ini sangat berarti bagi saya. WTA Finals spesial karena diikuti oleh delapan pemain top dunia. Tiap pertandingan seperti final. Anda tidak tahu apa yang akan terjadi. Saya tidak berharap terlalu banyak, tapi tentunya saya ingin menang di semua pertandingan. Setelah itu, saya ingin berlibur,” kata pemain berusia 25 tahun yang menyukai chocolate mousse ini.
 
Tahun ini, di pertandingan pertamanya Simona sukses mengalahkan Madison Keys dengan skor 6-2, 6-3. Salah satu kunci kemenangan Simona adalah  bermain tenang dan mengandalkan pukulan forehand-nya.
 
“Saya merasa forehand saya menjadi lebih kuat. Saya menjadi lebih percaya diri saat memukul bola dan bisa membuat winners melalui pukulan ini. Untuk menghindari cedera, saya juga rajin berlatih di gym untuk memperkuat otot tubuh.”

4. Karolina Pliskova (Peringkat 5 dunia asal Republik Ceko)
 
 
Tahun ini merupakan debut Karolina Pliskova di WTA Finals. Dia berhasil mencapai peringkat 5 dunia setelah maju ke babak final di US Open, dengan mengalahkan Serena Williams di babak semifinal. Pemain berusia 24 tahun ini memiliki enam gelar juara, termasuk di Nottingham dan Cincinnati di tahun 2016.
 
“Saya sangat excited bisa berada di Singapura. Tahun-tahun sebelumnya saya nyaris saja masuk WTA Finals, tapi kehilangan poin di akhir kualifikasi. Jadi ketika saya bisa mewujudkannya tahun ini, tentulah saya senang. Ini selalu menjadi tujuan saya dalam berkarier di tenis,” ujarnya di press conference all access hour.
 
Uniknya, Karolina tidak hanya bermain single, tapi juga double bersama pasangannya Julia Goerges asal Jerman. Meski bermain di dua partai, Karolina mengaku tidak cemas dan siap untuk bermain dua pertandingan dalam sehari.
 
“Saya sudah terbiasa main single sekaligus double, jadi tidak terlalu khawatir lelah. Saya akan menjalani satu persatu saja dan siap untuk apa pun, termasuk bertanding dua kali dalam sehari.”

Advertisement
5. Garbine Muguruza (Peringkat 6 dunia asal Spanyol)
 
 
Tahun lalu, Garbine membuat kejutan dengan melangkah ke babak final Wimbledon sebelum menyerah dari Serena Williams. Tahun ini, di usianya yang belum genap 23 tahun dia berhasil membalas kekalahan tersebut dengan menjadi juara French Open di Roland Garros. Garbine pun menceritakan perasaannya menjadi juara grand slam di usia relatif muda.
 
“Saya mengingat masa-masa ketika saya maju ke final grand slam, yaitu Wimbledon dan French Open. Rasanya sangat menyenangkan dan ini menjadi motivasi saya untuk berbuat lebih. Tentunya, target saya jadi makin bertambah dan ini sudah sewajarnya,” ujar Garbine.
 
Di WTA Finals tahun lalu, Garbine selalu menang di babak penyisihan sebelum akhirnya kalah di semifinal.  Kali ini, dia kembali bermain di WTA Finals dengan gelar juara grand slam. Menurut Garbine, dia tidak merasa terbebani.
 
“Saya rasa para pemain tidak terbebani. Soalnya, pemain yang ada di sini adalah juara grand slam, juara turnamen besar, dan peringkat top dunia. Jadi, mereka sudah terbiasa dengan tekanan tinggi. Setiap pemain bisa saja kalah dari yang lain. Saya akan berkonsentrasi di single dan memenangkan tiap pertandingan.”
 
Lalu, bagaimana pendapatnya tentang Singapura, negara yang sudah didatanginya dua kali berturut-turut?
 
“Saya sangat menyukai Singapura. Meski kota kecil, terdapat banyak pohon di sini. Ada beberapa kota yang sama sekali tidak ada pohon. Saya suka kota yang alami, cuacanya juga bagus.”

6. Madison Keys (Peringkat 7 dunia asal Amerika Serikat)
 
 
Sama seperti Karolina, ini merupakan debut Madison di WTA Finals. Madison juga menjadi pemain termuda di WTA Finals tahun ini, yaitu baru berusia 21 tahun. Di empat turnamen grand slam, dia selalu melaju hingga babak keempat. Meski baru meraih dua gelar juara, yaitu di Birmingham (2016) dan Eastbourne (2014), Madison menjadi salah satu pemain yang diperkirakan akan menjadi pemain besar di kemudian hari. Apalagi, dia menjadi satu-satunya pemain AS yang menembus peringkat 10 dunia setelah era Serena dan Venus Williams.
 
“Tentu saja rasanya mengejutkan karena saya bisa menjadi pemain pertama AS yang masuk peringkat 10 besar setelah sekian lama. Ini pencapaian yang bagus dan semoga menginspirasi anak muda AS lainnya untuk bermain tenis,” jelasnya.
 
Bermain pertama kalinya di WTA Finals merupakan pengalaman berkesan bagi Madison. Dia pun antusias untuk menunjukkan kemampuannya.
 
“Saya benar-benar ingin memberikan hasil yang baik di sini dan membuktikan kalau saya benar-benar bekerja keras saya untuk sampai sini.”
 
Di pertandingan pertama babak penyisihan 23 Oktober lalu, Madison harus mengakui keunggulan Simona Halep. Dia mengakui kalau dirinya merasa tegang sehingga memengaruhi permainannya.
 
“Ini merupakan momen besar dan pastinya memberikan saya perasaan yang benar-benar baru karena ini penampilan perdana saya di WTA Finals. Saya merasa tegang. Di satu sisi, Simona bermain sangat baik,” jelasnya.

7. Dominika Cibulkova (Peringkat 8 asal Slovakia)
 
 
Meski bertubuh mungil (161 cm), daya juang Dominika Cibulkova di lapangan patut diacungi jempol. Ini bisa terlihat di pertandingan pertamanya saat melawan Angelique Kerber di babak penyisihan 2016 BNP Paribas WTA Finals Singapore. Dominika sempat membuat Angelique pontang panting di set pertama dan kedua, sebelum dia akhirnya menyerah di set ketiga.
 
“Saya bermain terlalu excited di awal pertandingan. Namun setelahnya, saya bermain dengan pola permainan saya. Ini merupakan pertandingan yang sulit, dan saya membuat beberapa kesalahan. Sepertinya, ini penyebab kekalahan saya,” ujarnya.
 
Di sepanjang perjalanan karier tenisnya, Dominika telah meraih tujuh gelar juara, termasuk tiga gelar di Katowice, Eastbourne, dan Linz di tahun 2016. Seperti Madison dan Karolina, ini juga merupakan debut Dominika di WTA Finals.
 
“Betapa senangnya saya bisa menjuarai turnamen di Linz beberapa minggu lalu dan mengalahkan pemain top lain. Ini mengantarkan saya lolos ke turnamen WTA Finals. Rasanya, seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Kini saya akan fokus di sisa pertandingan,” ujar Dominika.

8. Svetlana Kuznetsova (Peringkat 9 dunia asal Rusia)
 
 
Di antara delapan pemain, Svetlana adalah pemain paling senior yang sudah meraih 16 gelar juara. Dua di antaranya adalah gelar grand slam, yaitu US Open 2004 dan French Open 2009. Svetlana juga pernah menjuarai turnamen di Bali sebanyak tiga kali, yaitu 2002, 2004, dan 2006.
 
Partisipasi Svetlana di WTA Finalis tahun ini baru dipastikan sehari sebelum WTA Finals berlangsung. Akibat mundurnya Serena yang cedera, tersedia satu slot lagi untuk pemain peringkat sembilan dunia. Pemain berusia 31 tahun ini pun mengklaim posisi tersebut setelah menjuarai Kremlin Cup di Moscow pada tanggal 22 Oktober lalu.
 
Meski datang ke Singapura mepet menjelang pertandingan pertamanya, Svetlana tidak patah semangat. Terbukti, dia berhasil mengalahkan juara bertahan Agnieszka Radwanska dalam pertandingan panjang dua jam 48 menit dengan skor 7-5, 1-6, 7-5 di babak penyisihan.
 
“Di beberapa momen rasanya saya ingin menyerah dan berbaring agar mereka membawa saya ke luar lapangan. Tapi, saya berusaha untuk bertahan. Lupakan rasa lelah, emosi, dan jet lag. Saya memotivasi diri saya untuk terus berjuang,” ujar Svetlana setelah kemenangannya. (f)
 
Foto: Lagardere Sports

Baca juga:
Pernah Menjadi Tempat Perhelatan Event Olahraga Terbesar, 10 Spot Olimpiade Ini Kini Terabaikan
Ana Ivanovic, Petenis Kebanggaan Desainer
8 Atlet Tenis Paling Cute


Topic

#tenis

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?