1/ Bubur Sura
Di tanah Jawa, padi dianggap sebagai salah satu unsur mulia dalam kehidupan. “Ini lekat dengan kepercayaan mereka akan Dewi Sri (Dewi padi) yang melambangkan kemakmuran,” urai J.J. Rizal. Itulah yang membuat sajian bubur cukup populer sebagai menu seremonial adat. Khusus menyambut satu suro masyarakat Jawa memiliki tradisi memakan bubur sura atau disebut juga bubur suran.
Ciri khasnya adalah bubur bersantan, berlauk opor dan sambal goreng hati. Pada umat muslim Jawa Timur, selepas tanggal 10 Suro, berbagi bubur suro, bentuk syukur atas keselamatan dari Tuhan. Tradisi ini berangkat dari selamatnya Nabi Nuh AS setelah berlayar dari banjir bandang.
2/ Mencuci Benda Keramat
Malam 1 muharram dianggap masyarakat Jawa sebagai malam yang keramat dan mengandung energi magis yang tepat untuk membersihkan benda-benda yang dianggap keramat, seperti keris dan tombak. Karena acara ini dilakukan oleh keraton-keraton di Jawa, maka pada masa ini biasanya masyarakat dilarang untuk mengadakan acara pernikahan, yang dapat mengalihkan perhatian dari keraton.
3/ Keliling Benteng Sambil Introspeksi
4/ Festival Tabot
5/ Puasa dan Sedekah
Untuk menyambut tahun baru, salah satu yang dianjurkan adalah melakukan puasa sunnah pada hari ke 9 dan 10 muharram dan memperbanyak ibadah dengan sedekah. Ini merupakan wujud syukur atas berkah dan doa kepada yang Maha Kuasa. (f)
Baca Juga:
Ini Pentingnya Akses Informasi Politik Menurut Accenture Indonesia
Energy of Asia Terasa Dalam Closing Ceremony Asian Games 2018
Topic
#tahunbaruislam, #festival, #tradisi