Foto: Pixabay
Konon, pada awal ditemukannya pisau, sekitar 2,5 juta tahun lalu, pisau terbuat dari batu yang dipukul-pukul hingga tipis dan membentuk bilah pisau sederhana. Sekitar 5.000 tahun yang lalu, bahan pembuat pisau selain dibuat dari batu, kayu, atau tulang, bersalin rupa dengan menggunakan tembaga, besi, dan aluminium.
Pisau besi yang pertama, kedua sisi bilahnya, pada bagian kiri dan kanan, sama-sama tajam. Ini terjadi karena menyontek belati. Pada masa itu, manusia hanya mengolah makanan dengan cara membakar atau memanggang hasil buruan, jadi cocok menggunakan pisau dengan kedua sisi yang sama tajam. Selanjutnya, sisi pisau yang tajam hanya pada satu sisi saja. Kenapa? Sebab pisau tak lagi hanya digunakan untuk memotong-motong hewan buruan, tetapi juga sudah mulai digunakan saat memasak.
Kini, ’wajah’ pisau makin beragam. Bahan untuk bilah pisaunya pun ada yang terbuat dari aluminium, keramik, atau titanium. Sedangkan gagangnya, tampil kian modis dengan warna-warni yang memikat. Agar koleksi pisau Anda awet, ikuti 9 tip berikut ini:
1/ Lebih bijaksana membeli pisau satu per satu sesuai kebutuhan, daripada membeli pisau satu set. Pilih yang berkualitas baik. Mungkin harganya relatif mahal, namun pisau bisa jadi sebuah investasi bagi dapur Anda. Tetapi, jika bujet terbatas, pilihlah pisau serbaguna yang bisa dipakai untuk mengiris segala jenis bahan masakan.
2/ Saat membeli, pegang gagang pisau untuk menimbang-nimbang ukuran dan beratnya, apakah sesuai dengan genggaman tangan Anda. Jangan terlalu berat hingga Anda kesulitan memegangnya, jangan juga terlalu ringan. Pisau yang berat justru lebih stabil dan tidak akan terpeleset saat dipakai.
4/ Meski tersedia jenis pisau serbaguna, idealnya, setiap pisau didesain dengan fungsi masing-masing untuk memberikan hasil optimal.
Baca juga: 5/ Sebaiknya tempatkan pisau dalam wadah pisau sehingga bagian tajamnya tidak saling tergores dan membuat bilah pisau jadi tumpul.
6/ Hindari menyimpan pisau dalam laci dapur bersama-sama dengan barang-barang lainnya karena bagian tajamnya bisa ’melukai’ barang lainnya yang ada di dalam laci tersebut.
7/ Setelah dipakai, cuci segera pisau dan keringkan dengan lap lembut agar ketajamannya tetap terjaga. Hati-hati, jangan meninggalkan pisau dalam keadaan terendam di air sabun di tempat cucian piring. Selain dapat menumpulkan mata pisaunya, jika tak hati-hati karena tertutup busa sabun, tangan Anda bisa terluka saat mengambilnya.
8/ Paling tidak, asah pisau satu minggu sekali agar mata pisau selalu dalam keadaan tajam. Bentuk sudut sekitar 20° antara pisau dan pengasah pisau sehingga didapatkan hasil asahan yang sempurna.
9/ Saat dipakai untuk mengiris bahan makanan, gunakan talenan dari kayu atau polyethylene. Jangan pernah memakai talenan dari granit, kaca, atau besi karena bisa menumpulkan mata pisau. (f)
Heni Pridia
Topic
#TipMasak