Foto: Vini Damayanti
Pria berusia 56 tahun ini mulai menggambar sejak usia tiga tahun. Awalnya, dia mencoret-coret beton dengan kapur tulis. Selanjutnya, Jang menggambar menggunakan pensil di atas kertas, hingga akhirnya berkarya dengan cat minyak. Spesialisasi karya Jang adalah impresionisme dengan ciri khas sapuan kuas yang penuh warna, gradasi, dan kontur berteknik matang. Konon, banyak kolektor seni yang menyamakan karyanya dengan lukisan Vincent Van Gogh.
Meski sudah melukis sejak kecil, ini baru pertama kalinya Jang mengadakan pameran di Indonesia. Di event yang diselenggarakan oleh Kuvera Fine Art dan Lions Club Jakarta Selatan Metteyya ini, dia memamerkan 30 karya yang terinspirasi dari perjalanannya ke beberapa negara. Sesuai, deh, dengan temanya ‘The Impressionist’s Journey.’
Foto: Vini Damayanti
“Jika menggambar pemandangan, walau ada mencong atau sedikit beda warna, orang masih bisa melihat gunung atau sungai. Sedangkan jika ada kesalahan sedikit saja di lukisan manusia, hasilnya akan berubah. Detail dan warna harus benar-benar sesuai dengan sosok aslinya,” ujarnya di press conference yang berlangsung 26 September lalu di Tugu Kunstkring Paleis.
Jang menuturkan kalau Indonesia memiliki budaya yang kental dibandingkan Australia atau negara lain. Dia mendapat banyak inspirasi dari Indonesia. Tidak heran, lukisan-lukisannya memang tertema Indonesia, seperti karya Sawah Landscape, Ngarai Sianok, Fireworks Over Angke, dan Sabung Ayam.
“Indonesia banyak memberikan inspirasi, mulai dari pemandangan alam hingga kain-kain adat yang luar biasa. Apalagi, saya suka melukis landscape. Inilah yang membuat saya memutuskan untuk tinggal di Indonesia,” ujarnya. (f)
Baca juga:
Menjadikan Karya Seni Sebagai Investasi
Topic
#senimanindonesia