Pertemuan dua dunia kreatif ini melahirkan Porcelain Couture: The Afterlife of Materials, sebuah proyek kolaborasi yang mempertemukan ketelitian porselen dengan kelembutan tekstil.
Digagas oleh Biyan Wanaatmadja, Direktur Kreatif Biyan Atelier, dan Michela Foppiani, Direktur Kreatif Gaya Ceramic, bersama tim, proyek ini mulai dikembangkan sejak Januari 2026. Hasilnya adalah rangkaian objek koleksi yang berada di antara fashion, keramik, seni kontemporer, dan desain.
Ide kolaborasi ini berangkat dari material yang biasanya luput dari perhatian. Gaya Ceramic menyumbangkan fragmen porselen, prototipe, dan bagian yang tersisa dari proses pembakaran di kiln atau tungku atau oven khusus.
Sementara itu, Biyan membawa material couture, tekstil bordir, serta sisa kain dari atelier. Tanpa malu-malu, masa lalu material-material tersebut justru dipertahankan sebagai bagian dari karakter setiap karya.
Setiap karya dikerjakan secara manual melalui proses memotong, menyusun, melapisi, menyelesaikan permukaan, hingga memberikan detail dekoratif. Komposisi antara pecahan porselen dan tekstil juga dibuat secara individual, sehingga tidak ada dua karya yang benar-benar identik, sehingga koleksi ini one of one.
Setiap fragmen membawa jejak tangan pembuat, proses kreatif, hingga ketidakpastian yang muncul selama pengerjaan. Hasil akhirnya hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari keramik sehari-hari, hiasan dinding, hingga instalasi.
Masing-masing merupakan karya unik dan dilengkapi sertifikat yang mencatat perjalanan material tersebut, dari bentuk sebelumnya hingga menjadi bagian dari Porcelain Couture.
Porcelain Couture dipamerkan di Biyan The Gallery hingga Desember 2026. Sejak memasuki Biyan The Gallery, Jakarta Selatan, koleksi kolaborasi ini bikin gemas—komposisinya, detailnya, hingga cerita di baliknya. Piring hiasnya sangat indah, tak heran di hari pembukaan pameran koleksi berbagai piring itu langsung sold out.
Dian Sastrowardoyo yang hadir di acara pembukaan mengakui, sebagai kolektor piring hias, ia terpesona pada koleksi piring di Porcelain Couture, serta koleksi secara keseluruhan.
Di acara pembukaan pada pertengahan September silam digelar juga mini trunk show menampilkan koleksi kapsul dalam siluet khas Biyan, yang motifnya terinspirasi Porcelain Couture, dengan aksesori yang juga memadukan fragmen keramik dan sisa tekstil. Di lantai atas galeri ini, tamu bisa mengeksplorasi koleksi terkini rumah mode Biyan, sebelum memilih keramik untuk dikoleksi.
Lewat Porcelain Couture, sisa produksi memiliki kemungkinan untuk berubah menjadi sesuatu yang bukan hanya sepenuhnya baru, tapi juga bernilai tinggi. (f)
Zornia Harisantoso