1. Bekerja sama
Sebenarnya kita punya keuntungan, kok, bila bekerja satu tim dengan si ambisius. Dia akan selalu berusaha mengerjakan bagiannya dengan sebaik mungkin—bahkan nggak segan membantu rekan kerja lain. Selama dia nggak memonopoli cara kerja atau mengakui hasil akhirnya sebagai pekerjaan satu orang, sih, nggak perlu kesal. Pelajari saja cara kerjanya bila kita juga ingin lebih diperhatikan atasan.
2. Fokus
Jika merasa punya saingan, tandanya kita masih termotivasi untuk mencapai hasil yang lebih lagi. Saat kita merasa terganggu oleh keberadaan si ambisius sudah pasti konsentrasi terbagi. Pikirkan, deh, cara paling oke buat menyelesaikan tugas daripada sibuk menyebarkan gosip bahwa si ambisius adalah anak emasnya bos. Jangan lupa bangun rasa pede sehingga nggak merasa ‘kecil’ di samping rekan kerja.
3. Bukan follower
4. Terang-terangan
Jika kebetulan kita dan si ambisius mengincar proyek atau promosi yang sama, nggak ada salahnya ngobrol bareng. Selama ‘palu belum diketok’ artinya kita maupun rekan kerja punya kesempatan yang sama untuk bersaing. Dengan membicarakannya secara terbuka, nih, kita berharap nggak ada lagi agenda salingmenjatuhkan. Biarkan dia dengan caranya, sementara kita juga berjuang sesuai kemampuan diri.
5. Jaga hubungan
Ini berlaku untuk rekan kerja senior hingga atasan kita. Pastikan mereka—terutama si bos—memang mengetahui effort yang selama ini kita lakukan untuk mengejar promosi. Kita juga harus siap mendengar kritik serta saran mereka sebagai ‘wasit’ agar persaingan tetap sehat di antara kita dan si ambisius. Nggak asyik, dong, sudah susah payah masih juga nggak diperhatikan? Selamat berjuang!
Alice Larasati
Foto: Fotosearch