Tinggi kalsium
Minyak nonkolesterol
Kolesterol hanya terkandung dalam produk yang berasal dari hewan. Sehingga, minyak goreng, yang semua bahan bakunya berasal dari tanaman/tumbuhan, tentu tidak mengandung kolesterol. Pada label produk pangan kemasan, kolesterol dapat dinyatakan ‘nol’ bila per saji (serving) mengandung kurang dari 2 mg dan produk ini tidak membuat klaim tentang kandungan lemak, asam lemak, atau kolesterol.
Karena jelas tidak mengandung kolesterol, semua minyak goreng seharusnya tidak menyatakan ‘nonkolesterol’. Karena, hal ini dapat dianggap salah oleh masyarakat awam bahwa ‘ada minyak goreng lain yang mengandung kolesterol’ dan ‘minyak goreng berlabel ‘nonkolesterol’ itu sehat”. Sebab, walau tidak mengandung kolesterol, minyak goreng adalah pangan sarat lemak (lihat tabel), yang perlu dibatasi konsumsinya. Bila kita mengonsumsi banyak makanan gorengan/berlemak yang mengandung mayoritas asam lemak jenuh, maka kadar kolesterol-total dan kadar kolesterol LDL (kolesterol ‘jahat’) dalam darah kita dapat meningkat.
Menurut peraturan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan RI, klaim rendah lemak masih bisa diberikan pada makanan padat yang mengandung 3 g per 100 g atau 1,5 g per 100 ml pada bentuk cair. Bahkan label bebas lemak masih bisa diberikan pada minuman yang mengandung 0,5 g per 100 g atau 100 ml. Satu gram lemak berarti mengandung 9 kalori. Jadi, meski ada label ini, tetap perhatikan kandungan kalori secara keseluruhan.
Selain masih harus memperhitungkan sumbangan kalori, label ini bukan jaminan sehat. Karena rendah lemak, untuk mengantisipasi rasa gurih, produsen biasanya menggunakan gula dan garam atau bahan lain yang meningkatkan kalori dan kandungan natrium yang bila berlebihan tidak baik juga.
Roti whole wheat
Biji padi-padian utuh (whole grain) termasuk seluruh bagian biji padi-padian lazimnya disebut ‘kernel’, yang terdiri dari dedak (bran), benih, dan endosperm. Whole grain dikonsumsi, baik sebagai makanan tunggal (misalnya, nasi atau popcorn) atau sebagai ingredient makanan (seperti, pada sereal, roti, dan biskuit). Beberapa contoh ingredient antara lain oatmeal, quinoa, rolled oat, soba, whole-grain barley, dan whole wheat. Whole grain adalah sumber zat-zat gizi seperti zat besi, magnesium, selenium, vitamin-vitamin B, dan serat. Kandungan serat whole grain bervariasi.
Umumnya, roti whole-wheat lebih baik daripada roti putih, terutama untuk roti whole-wheat 100%. Roti whole-wheat biasanya mengandung serat lebih tinggi dibandingkan dengan roti putih sehingga cenderung lebih low-GI. Jika ingin memperoleh manfaat kesehatan yang optimal dari roti whole-wheat, jangan sekadar memilih roti whole-wheat saja, tetapi pilihlah roti whole-wheat 100%.(f)