Health & Diet
Waspadai, Iming-iming Produk Kesehatan

18 Apr 2016


Foto: Fotosearch

Dari pagi sampai malam, benak kita dicekoki tawaran menggiurkan meraih sehat lewat iklan produk-produk yang berseliweran di media massa. Tak heran jika banyak orang yang tergiring berlomba mencoba hingga menjadi konsumen tetap produk tersebut.
 
Tingginya kesibukan, pola makan tak teratur dan tak sehat, serta terbatasnya waktu berolahraga  membuat masyarakat perkotaan rentan terkena penyakit akibat gaya hidup yang salah.           
 
Hal inilah yang kemudian mendorong tingginya penjualan produk-produk yang membawa label ‘sehat’. Mulai dari makanan, suplemen, hingga kosmetik atau beauty care. Tanpa meneliti lebih jauh, banyak konsumen yang terhipnotis dengan janji-janji manis produk, meski kemanjuran atau manfaatnya masih dipertanyakan.
 
Ada ‘pemain lama’ yang brand-nya cukup kuat dan dikenal banyak orang. Misalnya, minuman herbal untuk melancarkan haid, suplemen serat herbal untuk melancarkan gangguan pencernaan, minuman pendongkrak energi, teh pengurus badan atau detoks radikal bebas dalam tubuh, ekstrak kulit manggis, dan banyak lagi.  Ditambah datangnya produk-produk gelap, baik dari dalam maupun luar negeri, tanpa sertifikasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang menyerbu pasar kita sehubungan   makin bebasnya arus perdagangan di era Masyarakat Ekonomi Asean yang telah berjalan. 
Advertisement
           
Dalam laporan New England Journal of Medicine tercatat bahwa tahun 2014 lalu Amerika Serikat dilanda bencana kesehatan. Saat itu tumbang 100 orang lebih karena hepatitis dan penyakit hati stadium berat akibat konsumsi satu jenis obat pelangsing. Obat ini  belum sempat diuji lab oleh Foods and Drug Administration (FDA), badan sertifikasi keamanan obat dan pangan Amerika.   
 
Baru-baru ini, heboh isu yang beredar di Amerika bahwa kandungan talk dalam sebuah produk bedak bayi ternama diduga menyebabkan kanker. Produsen tersebut juga harus membayar 72 juta dolar AS (sekitar Rp947 miliar) pada keluarga wanita yang terkena kanker ovarium karena memakai produknya  tiap hari di area genitalnya. Produsen tersebut dianggap tidak transparan pada publik karena mengetahui varian produk ‘Baby Powder  Cornstarch with Aloe & Vitamin E’ dan Baby Powder Calming Lavender & Chamomile’ telah diketahui bisa menyebabkan kanker sejak beberapa dekade lalu.
 
Menyikapi keresahan dan bertujuan melindungi masyarakat BPOM bertindak cepat menarik jenis sampel produk keluaran produsen tersebut untuk diuji. Dari hasil pemeriksaan BPOM, tak terbukti kandungan talk yang ada di sampel produk yang beredar di tanah air berbahaya bagi kesehatan.   

Ada baiknya, berhati-hati dalam menggunakan produk yang beredar di pasaran memang harus disikapi antara lain dengan cermat membaca label kemasan dan tahu bahwa produk tersebut sudah terdaftar dan diuji oleh BPOM.
 


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?