Foto: Fotosearch
Trik marketing saling berlomba menggaet konsumen untuk menggunakan produk yang diiklankan. Makin banyak jenis keluhan atau masalah penyakit terselesaikan, makin luas juga rentang target konsumennya.
Ada sebuah iklan menyebutkan bahwa produk ini bagai ‘obat dewa‘ yang sekali telan bisa menyehatkan jantung, melancarkan pencernaan, melangsingkan, mengatasi penuaan dini, dan sebagainya. Padahal, jika ingin sehat atau turun berat badan, tidak bisa sesimpel minum sebuah produk tanpa mengatur pola makanan. Berikut adalah 6 tip menjadi konsumen cerdas.
1/ Sebaiknya tidak membeli produk suplemen secara online.
Sebab produk yang dijual kemungkinan ilegal atau palsu, karena pihak yang menjual obat dan sumber obat tidak diketahui secara pasti asalnya. Konsumen juga tidak memperoleh informasi lengkap tentang produk, antara lain mencakup cara pakai, dosis, termasuk efek samping yang mungkin timbul.
“Padahal, kalau dipikir, kecukupan cairan tubuhlah –baik dari air alkali maupun air biasa-- yang memberi manfaat terhadap sirkulasi tubuh dan metabolisme,” kata dr. Marya Haryono, MGizi, SpGK dari RS Siloam Kebun Jeruk. Jadi, bukan tidak mungkin manfaat yang dirasa adalah hasil sugesti semata.
3/ Apa yang dianggap ‘gangguan’ kesehatan belum tentu butuh obat. Sebab, sebetulnya bias jadi ‘gangguan’ itu adalah proses mekanisme alamiah tubuh. “Kasus sulit buang air besar (BAB) disalahpersepsikan bisa teratasi dengan hanya minum produk X. Padahal, bisa jadi itu alarm bahwa tubuh kurang serat (sayur dan buah), kurang minum, atau malah ada sesuatu di dalam saluran cerna,” jelas dr. Marya.
4/ Prinsip sehat itu tidak ribet. “Makanlah makanan yang sehat, minum yang cukup, sesuai kebutuhan. Jika ingin mendapat manfaat antioksidan, makanlah buah dan sayuran aneka warna. Makin bervariasi jenis makanan Anda, pastinya akan makin banyak manfaatnya.
5/ Lakukan aktivitas olahraga. Olahraga sebaiknya dilakukakn secara rutin. Bukan impromptu atau spontanitas yang tidak direncana.
6/ Cek kesehatan secara berkala.
Topic
#konsumen