Foto: Dok. Pipiltin
Sejalan dengan misi Alun-Alun Indonesia dalam mengangkat nilai-nilai lokal, di sini pengunjung bebas menghirup, meraba, dan mencoba cokelat dari 4 daerah untuk dipelajari tasting notes-nya. Sistem pembelian biji cokelat yang adil dari petani hingga dijalaninya tahap-tahap mutlak demi cokelat yang terfermentasi dengan baik, dikomunikasikan secara menarik dalam bentuk info grafis. Besarnya peran petani dalam rantai fair trade langsung dipahami.
Rak-rak di pop up store diisi chocolate praline hingga chocolate bar. Jika chocolate bar Pipiltin di lokasi-lokasi retailnya seperti KemChicks hingga FoodHall lebih menampilkan jenis dengan variasi cocoa percentage, di lokasi ini saatnya mencoba varian baru yang lebih variatif. Ada rasa merica andaliman, bumbu spekulas, hingga yang hitam pekat dari charcoal-ginger.
Ada juga Choco Drink yang dikemas hingga 1 kg. Berbeda dengan cokelat bubuk, basis chocolate drink ini diolah dari chocolate couverture yang diparut halus menggunakan mesin. Diperkenalkan pula Dessert in a Bar, yakni cookie bar dari chocolate-granola, chocolate-cranberry-almond, rasa tiramisu, hingga rasa cookies and cream.
Karena pop up store berlokasi di area restoran, ada kesempatan mencoba langsung cokelatnya dari dapur Palalada. Ada Dino Egg, cokelat bentuk telur yang khusus dikreasikan selama pop up store berlangsung. Jangan pecahkan telurnya menggunakan garpu, lumerkan dengan siraman susu hangat. Bersama saus dari lelehan susu-cokelat ini, segera lahap isi berupa ‘harta karun’ chocolate stones, chocolate crumbles, hingga sponge cake.
Pop up store di lantai 3 ini direncanakan hadir hingga 14 Juli 2017. Jangan lewatkan sebagai kesempatan mengapresiasi cokelat Indonesia. (f)
Baca juga:
Harapan Manis Di Balik Cokelat
5 Pastry Enak yang Anda Wajib Coba di Kitte Gunawarman!
Trifitria Nuragustina
Topic
#Cokelat, #TrenKuliner