Salah satunya di restoran TAMU, restoran anyar dengan pendekatan menu Indonesia yang mencoba menuangkan pula napas yang sama pada Christmas look perdananya.
Instalasi utama yang Femina lihat adalah pohon Natal setinggi ± 3 meter, struktur bertingkat mirip undakan candi Indonesia dari elemen bata, salah satu material yang menjadi identitas visual di interior lainnya di Tamu. Rempah-rempah disusun pada tiap undakan, menegaskan kedekatan Tamu dengan warisan kuliner Indonesia. Spot foto cantik!
“Perayaan Natal di Tamu harus terasa hangat, akrab, dan tetap relevan. Dekorasi ini mencerminkan bagaimana tradisi dapat terus hidup dan berkembang,” ujar Hartono Moe, Co-Founder TOMA Group, grup yang menaungi Tamu.
Ada juga wreath dari tampah anyaman, dipadu daun pinus dan cabai merah artifisial. Lainnya, bakul berisi daun pinus, buah pinus kering, ceri, dan cabai. Sebuah twist lokal unik. Sementara garland berhias cabai merah di area bar mencerminkan karakter kuliner Tamu.
Pada fasad, paku pipit Bali dipadukan bunga poinsettia, simbol penyambutan yang akrab dan penuh makna. Karya kolaborasi Tamu dan Sandpiper Indonesia ini komposisinya merefleksikan identitas Tamu sebagai rumah bagi kebersamaan, cerita, dan tradisi yang terus bergerak. (f)
Baca juga:
Markette x Pipiltin Cocoa Bikin Manis Akhir Tahun dengan Dessert dari Cokelat Lokal
Siapkan dari Sekarang, Antaran Istimewa Rayakan Tahun Kuda Kolaborasi Sheraton Grand Jakarta dan SISSAE
Penampilan Akhir Tahun di JHL Solitaire Gading Serpong Jadi Comeback Musisi Tompi
Trifitria Nuragustina
Topic
#NatalNusantara #ChristmasInIndonesia, #kuliner