Festival Taste of Australia menampilkan Tasia dan Gracia Seger di demo masak virtual. Tayang di YouTube dan Facebook "Australian Embassy Jakart"a, selebritas kuliner Australia itu berbagi cara bikin French Toast , ditujukan ke audiens keluarga. Keduanya mengajak tampil beberapa anak yang sedang ikutan re-cook.
Sebagai topping dipakai nectarine, buah lokal, serta kehadiran aroma kayu manis dan keju cheddar.
"Bisa pakai roti jenis brioche jika ingin lebih buttery. Untuk roti tawarnya, sebaiknya pakai yang sudah berumur sehari. Kalau pakai roti freshly-baked akan terlalu lembek," ujar Tasia.
Tahunan lalu, publik mengenal kakak-beradik ini saat keduanya memenangi program teve "My Kitchen Rules" di 2016. Kompetisi populer di stasiun televisi Australia ini memujikan masakan keduanya yang kaya rasa dan membawa warna ke arena kompetisi. Tahunan berselang, keduanya kini berkarier sebagai chef di restoran MAKAN, Melbourne.
Tekanan saat memasak di dapur, tapi juga kebahagian menghadirkan masakan Indonesia ke lidah baru menjadi hal yang bikin keduanya nempel di dapur restoran.
Bagaimana cerita selebritas dapur Australia ini tentang mengelola sebuah restoran di sana?
1/ Apa kesenangan yang kalian rasakan di saat menjalankan restoran?
Kami seneng banget sama ketergesa-gesaan di dapur sibuk! Memang sih, memenuhi pesanan tamu itu bisa bikin stres, tapi sekalinya makanan sudah keluar dari dapur dan disajikan, hinggap perasaan bahagia kami! Kami juga seneng banget dengan tim dapur sekarang ini. Ini tim terbaik.
2/ Apakah kalian banyak bersantap di restoran fusion sejenis untuk studi banding?
Cara kami menggali inspirasi adalah dengan makan di rumah makan lokal di negara-negara Asia Tenggara, dimana kami bisa jajan cita rasa otentik. Di sana kami bisa mempelajari rempah dan bahan lokal. Lalu, barulah kami bereksplorasi ke resto-resto barat di Australia. Di resto sejenis ini kami memperkaya pengetahuan teknik memasak dan plating. Ini bekal kami memadukan rasa otentik Indonesia ke dalam plating dan teknik masa kini.
3/ Apa menu favorit konsumen di MAKAN?
Kepiting Saos Padang dalam bentuk pao isi kepiting saus soka saus padang.
Menu ini spesial buat kami juga karena waktu kecil sering jajan pao. Kelembutan roti pao cocok karena menyerap saus. Kepiting soka bikin menu ini enggak ribet dimakan!
Lainnya adalah Ayam Goreng Tepung, ayam goreng berbumbu cabai dan kecap. Ini yang kita masak di grand final My Kitchen Rules 2016. Enak banget, enggak bisa berhenti makannya, deh!
4/ Apa menu fusion Barat-Indonesia yang paling kalian banggakan di MAKAN?
5/ Apa makanan favorit Tasia dan Gracia di MAKAN?
Tasia: Favorit saya Bebek Goreng, mengingatkan saya dengan liburan keluarga di Bali. Bebek Tepi Sawah adalah salah satu resto favorit saya. Menu ini dulu kami bikin sebagai obat kangen Indonesia.
Gracia: Kesukaan saya Iga Bakar Sapi. Kelihatannya simpel padahal pembuatannya kompleks. Diolah dengan cara sous-vide selama 18 jam, lalu dibakar dengan olesan bumbu kecap-daun jeruk. Ngingetin dengan Iga Konro yang pernah saya makan di Kemang, Jakarta.
6/ Apa respon kebanyakan tamu terhadap makanan di MAKAN?
Banyak yang baru pertama kali merasakan makanan Indonesia di sini, jadinya seru mencoba rasa baru. Lainnya, mereka ke sini karena kangen Indonesia dan keluarga.
7/ Ternyata, apa tantangan terbesar menjalankan operasional restoran?
Terjun ke industri tanpa punya pengalaman sejenis! Untungnya, kami punya business partner luar biasa yang meyakinkan kami bisa menjadi Head Chef dan mengelola tim.
Urusan SDM lain lagi. Menyamakan visi dan budaya kerja tak mudah. Kami memastikan hal ini beres sebelum bisnis berjalan.
Boleh satu lagi? Tentunya, menjaga konsistensi makanan. Ini pembelajaran tiada akhir. Kami selalu menantang diri untuk berbuat lebih baik dari yang sebelumnya.
8/ Apa pelajaran yang didapatkan dari pandemi?
Menjadi adaptif dan efisien. Kita harus menerima ketidakpastian dan punya banyak rencana alternatif.
Di Melbourne, peraturan pemerintah bisa berganti dalam semalam. Kami cuma bisa melakukan yang terbaik dari kondisi yang ada. Dulu, MAKAN didesain dengan konsep dine-in karena itulah pengalaman terbaik ke sini. Namun selama pandemi, kami membuat "Family Feast Meals" yang berubah cepat secara mingguan, menawarkan konsumen makanan rumahan yang biasanya Ibu kami buatkan. Seri ini juga menampilkan makanan yang Ibu biasanya buatkan di saat spesial, seperti ultah, hari besar, dan juga menu favorit keluarga. (f)
Foto: Dok. Instagram @makanInMelbourne @tasiaandgracia.mk
Baca juga:
Lagi Tren, Ini Bedanya Anggur Muscat dari Jepang
Setelah 20 Tahun, Dapur Cokelat Bercerita
Oat Mylk yang Lagi Hits di Jakarta
tasiaandgracia.mkr
Trifitria Nuragustina