Belum luasnya pengetahuan konsumen tentang bahan pangan lokal selain beras menjadi tantangan bagi produsen. Belakangan, media sosial merupakan ‘kendaraan’ efektif bagi produsen untuk mengenalkan produknya. Bagi konsumen yang membutuhkan, ini juga cara termudah untuk mencari produk.
Jalan ini diambil oleh Letusee, selain direct selling di toko dan ke sejumlah artisan breadmaker di kota besar. Salah satu produk mereka, yakni tepung berlabel Alu Lumpang, bermunculan di Instagram dengan tagar Alu Lumpang. Ini juga menjadi media bagi Letusee untuk mendekatkan diri dengan pembeli dan menggaungkan kampanye: ‘Aku ra popo ra mangan sego’ (aku tidak apa-apa tidak makan nasi/beras).
Begitu juga dengan Ladang Lima. Distribusi produk mocaf dan turunannya yang dilakukan melalui swalayan premium diperkuat dengan jaringan reseller di berbagai kota yang tak sedikit menggunakan media sosial. Untuk menarik minat pembeli, kreativitas dalam mendesain kemasan pun dipertontonkan. Website terlihat kekinian, disertai referensi resep dengan styling modern.(f)