Kecintaan masyarakat Prancis terhadap bebek terlihat dalam berbagai jenis masakan, mulai dari hidangan rumahan yang sederhana hingga sajian fine dining yang rumit.
Salah satu hidangan bebek yang terkenal adalah Duck Confit (Confit de Canard), teknik pengawetan khas wilayah Gascony, dengan paha bebek dimasak perlahan dalam lemaknya sendiri hingga sangat empuk, lalu dipanggang kembali hingga kulitnya renyah.
Hidangan ini juga menjadi komponen utama dalam semur kacang khas Prancis yang terkenal, Cassoulet.
Di Le Comptoir, Plaza Indonesia, Jakarta—‘adik’ Le Quartier—hidangan bebek ala Prancis jadi salah satu unggulan, dan tampil dalam pengalaman bersantap ala brasserie Prancis yang elegan, hangat, dan jauh dari sekadar tren sesaat.
Olahan bebek khas Prancis sudah muncul sejak hidangan pembuka ketika Femina menikmati makan siang di Le Comptoir beberapa waktu lalu.
Fondue Parmesan - Duck Prosciutto menghadirkan gurihnya keju dengan kerenyahan prosciutto versi bebek. Satu butir tentunya tak cukup.
Selain itu, ada Shrimp Croquettes dan Saumon Façon Balik (salmon asap premium terinspirasi Maison Balik di Swiss) menemani bola-bola bebek tadi.
Filosofi Le Comptoir sederhana saja, makanan enak tidak harus rumit. Yang terpenting adalah bagaimana bahan terbaik diolah dengan teknik yang tepat dan konsisten setiap hari.
Hal ini juga ditunjukkan oleh hidangan berikutnya, Ailolade Pizza (pizza topping kentang untuk vegetarian) dan Honied Duck Confit Pizza.
Bebek kembali jadi primadona di Honied Duck Confit Pizza, dan sebagai topping pizza tentu tak biasa. Apalagi dilelehi madu—gurih dengan sentuhan manis, sempurna!
Sourdough Cavatelli - Shredded Short Rib menyusul kemudian, bersama Raviole du Dauphiné, ravioli ala Prancis yang mengandalkan kelezatan keju Emmental terbaik.
Masuk ke hidangan utama, Femina mencicipi Coral Snapper - Arafura Sea yang berbumbu pas. Ada pula Joues de Bœuf Braisées alias pipi sapi yang lembut banget, dan kaya rasa.
Hidangan utama terakhir adalah Contre Fillet Flambé, yang sesuai namanya dihiasi letupan bara dengan siraman brandy.
Pilihan dessert di Le Comptoir sangat beragam, dan kamu harus coba kue Chocolate Baileys, atau Tiramisu au Rum - Monte à la Minute. Siang itu disajikan juga BlackBerry Charlotte dan Princess Cake.
Di tengah maraknya restoran yang berlomba-lomba menciptakan menu viral, Le Comptoir fokus pada sesuatu yang lebih klasik: Bahan berkualitas, teknik memasak yang solid, dan pengalaman makan yang nyaman dari pagi hingga malam.
Atmosfernya dibuat agar pengunjung bisa menikmati makan siang bisnis, makan malam keluarga, hingga nongkrong santai tanpa terburu-buru.
Kamu diajak menikmati sepiring kue dan kopi premium di Summer Terrace di area depan yang terinspirasi teras-teras kafe di pusat Paris.
Kemudian, kamu bisa lanjut ke ruang makan utama yang menghadap dapur terbuka, lalu ke area Salon de Café untuk menikmati sore yang tenang, hingga private room untuk acara lebih intim.
Bagi Pendiri Le Comptoir, Dona dan Chris Janssens, restoran ini diciptakan untuk tetap relevan bertahun-tahun dari sekarang melalui kualitas, konsistensi, dan pelayanan yang tulus, serta dinikmati dalam tempo sedikit lebih lambat—sesuatu yang mulai langka di tengah kesibukan kota besar. (f)
LE COMPTOIR
Plaza Indonesia Level 1
Jln. M.H Thamrin Kav.28
Jakarta Pusat
Zornia Harisantoso
Topic
#kuliner