Food Trend
Meradelima Luncurkan Lemari Jajanan Pasar Peranakan, Lestarikan Budaya Lewat Rasa

1 Aug 2025

Lunch di acara peluncuran: Ayam Kodok, Udang Gandum, Lumpia Ny. Liem, Rujak Pengantin, Popia
Lunch di acara peluncuran: Sate Manis, Es Sirsak Kelapa, Pindang Saudagar
Suasana bazar dan bincang hangat di acara peluncuran Lemari Jajanan Pasar Peranakan
Kue klepon warna pink muda, talam dan getuk aneka warna serta ongol-ongol
Di balik setiap masakan yang disajikan berdasarkan resep warisan keluarga, tersimpan cerita lintas generasi yang ingin terus dijaga dan dilestarikan.

Ketika mendirikan restoran Peranakan bernama Meradelima 21 tahun silam, Lily Admodirdjo bukan hanya seorang restaurateur tapi juga penjaga memori rasa. Sebagai salah satu pelopor gastronomi lokal, Lily menghadirkan pengalaman kuliner dengan konteks sejarah dan identitas budaya.

Kini, melestarikan budaya lewat rasa diteruskan oleh generasi kedua, yaitu Faizal Admodirdjo sebagai Chief Executive Officer, dan Carmelita Febiola M. Admodirdjo sebagai Chairman of the Board Meradelima.

Meradelima pun membawa cita rasa Peranakan dalam sentuhan gourmet yang lebih dekat, dengan meluncurkan Lemari Jajanan Pasar Peranakan Meradelima.

Kue ku yang lembut menggoda mengapit getuk yang tak kalah lembut; kue talam, onde-onde dan bola ketan hadirkan rasa manis dan gurih! Foto: Dok. Meradelima

Melalui kue-kue basah seperti klepon, talam, kue ku, dan putri mandi—berdasarkan resep keluarga dengan sentuhan modern—tradisi kuliner ini bisa terus dilestarikan.

“Jika tradisi ini tidak terus diperkenalkan, lama-lama ia akan hilang. Kami ingin jajanan pasar tetap hadir dan dikenal. Bukan hanya sebagai memori masa lalu, tapi sebagai bagian dari masa depan,” ujar Carmelita Febiola M. Admodirdjo.

Sebagai bagian dari peluncuran Lemari Jajanan Pasar Peranakan, Meradelima juga memperkenalkan konsep Afternoon High Tea ala Peranakan. Jajanan pasar disajikan secara kontemporer ala gourmet tanpa kehilangan cita rasa yang autentik.

Jajanan tradisional yang dekat di palet rasa dan hati dalam versi gourmet dengan bahan berkualitas. Foto: Dok. Meradelima

Seluruh kudapan tradisional ini disuguhkan dalam peranti makan khas Peranakan, dalam sebuah pengalaman bersantap yang elegan serta atmosfer hangat. Jajanan pasar ini juga diproduksi tanpa pewarna buatan, menggunakan bahan alami seperti bunga telang, buah naga, dan daun suji, dengan standar higienitas dan kesegaran yang tinggi.

Advertisement
Peluncuran Lemari Jajanan Pasar Peranakan Meradelima pada 28 Juli lalu sekaligus merayakan Hari Kebaya Nasional. Setelah menjamu santap siang rekan media dengan menu andalan, seperti Pindang Saudagar dan Ayam Kodok, Meradelima menyelenggarakan Peranakan Soirée.

Acara ini merayakan budaya lintas generasi, menggandeng Ghea Fashion Studio, salah satu rumah mode tertua di Indonesia, yang sudah 45 tahun berdiri. Ghea menghadirkan presentasi koleksi kebaya kontemporer bersama second line-nya Ghea Resort by Amanda & Janna, yang juga terinspirasi oleh keindahan budaya Peranakan.

Meradelima turut bekerja sama dengan stylist Hagai Pakan, yang terkenal mengarahkan gaya dalam serial Gadis Kretek.

“Sebagai generasi penerus, tanggung jawab kami adalah memastikan tradisi tidak berhenti di generasi sebelumnya,” ujar Faizal Admodirdjo. “Kami ingin membangun ekositem yang membuat kuliner Nusantara terus bertumbuh, beradaptasi, dan dihargai lintas generasi.”

Tiga generasi Admodirdjo (kiri); generasi muda berkebaya di acara peluncuran, termasuk Alumni Wajah Femina, Evanny Wityo (paling kanan). Foto: Dok. Meradelima

Di acara Peranakan Soirée itu terlihat ada Alumni Wajah Femina, baik sebagai muse (Evanny Wityo), maupun sebagai pemandu acara (Nadia Mulya dan Moza Pramita).

Sarinah Department Store, ikon retail lokal dan rumah bagi berbagai jenama Indonesia, menghadirkan tenant pilihan dalam acara ini, selain peserta bazar lainnya. Sebuah perayaan lengkap menyambut kehadiran Lemari Jajanan Pasar Peranakan!

Baca juga:
Mencicipi Masakan Rumah Obin di La Moda Plaza Indonesia
Ikan Arsik, Inspirasi dari Indonesia untuk Tren Menu Dunia
Buku RM Surya Tak Pernah Tenggelam, Nostalgia Level 100!

 

Zornia Harisantoso


Topic

#kuliner

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?