Food Trend
Juara Kopi dari Indonesia

17 May 2016



Kenikmatan kopi tak berbatas berkat alat seduhnya yang beragam. Kini selain menggunakan mesin kopi, kopi bubuk lazim diseduh menggunakan alat-alat manual. Hal ini memperluas jenis rasa yang bisa dinikmati publik.

Salah satu alat seduh manual yang tengah digandrungi oleh mereka yang akrab dengan kopi adalah AeroPress, inovasi Alan Adler dari perusahaan Aerobie, AS. Selain tahan banting, sifat alat yang portabel memungkinkan pengguna bisa ngopi saat camping, ke pantai, atau di dalam pesawat, tanpa mengurangi kualitas seduh.
Cara umum penggunaan alat ini, bubuk kopi dituang ke dalam tabung AeroPress, diseduh air panas, didiamkan beberapa saat, lalu ditekan dengan penutup tabung. Saking populernya, alat ini memiliki banyak penggemar dan telah ada kejuaraan dunianya sejak 2008.

Ahli kopi Mira Yudhawati menyebutkan bahwa barista yang memahami pengunaan alat ini akan mampu memaksimalkan karakter biji kopi yang digunakan. Femina menemuinya di Clique Kitchen & Bar-Gading Serpong, Tangerang, di laga final CBN Fiber Broadband Indonesia - Aeropress Championship 2016 Jakarta.
Lembaga pendidikan ABCD School of Coffee meraih lisensi penyelenggaraannya untuk Indonesia, bekerjasama dengan The World AeroPress Championship (WAC). “Kami sudah lama menginginkan adanya kompetisi ini dan bisa mengirimkan pemenangnya ke tingkat dunia,” ujar Ve Handojo dari ABCD School of Coffee, Jakarta.

Advertisement
Sebanyak 81 kompetitor – lima di antaranya wanita-- dari 21 kota tersaring menjadi 27 finalis. Mereka nampak mengerahkan jurus terbaiknya saat menggunakan Aeropress. Ada yang mengaduk-aduk kopinya lebih lama di dalam tabung AeroPress, ada yang langsung menekan seduhan ke penyaring di dasar tabung, dan ada yang membolak-balik tabung.

“Tiap orang punya teknik favorit. Kalau biji kopinya diganti, hasilnya lain lagi walau secara umum Aeropress menghasilkan body minuman yang lebih kuat dibanding alat manual lainnya. Rasa minumannya bold, lebih ‘penuh’ semulut,” sambung Ve.

Babak penyisihan kompetisi menggunakan kopi Bali dari Sensa Koffie, sementara babak semifinal dan final menggunakan biji kopi Panama dari OCN. Kedua kopi disangrai oleh Vito Adi, pemenang pertama Indonesia Cup Testers Championship 2014.

Tidak main-main, sosok kaliber Sang-Ho Park dari Spark Coffee Consulting (Seoul dan UK) didapuk sebagai Juri Kepala. Ia ditemani John Chendra dari Kopi Ujung, Makassar, dan Mira. Penilaian ketiganya memutuskan Prawira Adhiguna (tengah) dari Hungry Bird Coffee Roaster, Canggu, sebagai jawara. Iwan Setiawan (kiri) dari Common Grounds/ Chronicle, Jakarta, menempati posisi kedua, disusul Doddy Wijaya Putra dari Wiki Kopi, Yogyakarta.

Akhirnya, Indonesia untuk pertama kalinya akan memiliki wakil WAC di Dublin, 23 Juni nanti, bersaing dengan 51 negara! (f)
 
Foto: Dian Saputra

Trifitria Nuragustina


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?