Foto: Dok. Femina Group
Di daerah ini, lemang yang disandingkan dengan tapai ketan hitam adalah menu takjil primadona saat bulan puasa. Sekalipun jodoh lemang yang paling populer adalah tapai ketan, banyak juga yang menyantap lemang bersama sarikaya, rendang, atau bahkan gulai.
Di Sulawesi Utara, terhitung lebih dari satu hidangan yang dimasak menggunakan bambu. Ada nasi jaha yang merupakan menu wajib di setiap perhelatan. Nasi jaha alias bahundak --sebutan nasi jaha oleh orang-orang di Pulau Sangir-- dibuat dengan cara yang sama seperti lemang (dimasukkan ke dalam bambu), tetapi diberi tambahan jahe. Lalu batang bambu dibakar di atas arang dari tempurung kelapa.
Katanya, tradisi membakar bahundak di Sangir diiringi dengan nyanyian bait-bait pantun. Apabila tabung bambu sudah matang, tidak sembarang orang boleh membelahnya. Anak-anak perlu mendapat restu terlebih dulu dari sang ayah. Izin untuk membelah bahundak ini rupanya diartikan bahwa anak sudah dianggap dewasa untuk memikul tanggung jawab rumah tangga.
Selain nasi jaha atau bahundak, di Sulawesi Utara ada juga hidangan bernama pangi yang dimasak dalam tabung bambu. Pangi berupa rajangan daun keluak yang dibumbui rempah-rempah dan diberi lemak babi. Pangi dibakar hingga lemak babi hancur menjadi minyak. Di Minahasa, banyak sekali makanan yang dimasak di dalam bambu seperti itu. Yang tak kalah populer adalah babi tinoransak dan ayam buluh.
Di Kalimantan Timur, ada makanan khas yang juga dibakar di dalam batang bambu, yaitu ikan patin bakar bambu. Setelah dibungkus dengan daun pisang, ikan patin sungai lalu dibakar di dalam bambu. (f)
Melia Satari
Topic
#sejarahmakanan