Jali-jali / Foto: Shutterstock
Merupakan makanan penting sebelum nasi dan jagung tersebar sebagai makanan pokok. Memiliki warna putih seperti mutiara. Jali-jali dapat dimasak sebagai campuran beras, campuran makanan sereal seperti oatmeal, dibuat bubur manis, hingga difermentasi seperti tape ketan.
2/ Ganyong
3/ Kacang Kedelai Hitam
4/ Kacang Gude
Ditemukan di daerah Afrika, kacang gude juga sering ditemukan di wilayah-wilayah tropis dan subtropis. Batang dan akar tanaman kacang gude bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar bagi petani. Bagian daunnya juga dimanfaatkan untuk kesuburan tanah dan biji.
Kacang Tunggak (Cowpea) / Foto: Shutterstock
5/ Kacang Tunggak (Cowpea)
Memiliki kandungan serat yang paling tinggi dibanding jenis kacang-kacangan yang lain. Bisa diolah menjadi campuran rendang, gulai, ataupun dicampurkan dengan ketan dan singkong parut untuk dijadikan camilan.
6/ Jewawut
Jenis tanaman yang sudah dibudidayakan sejak 5000 tahun sebelum Masehi di China. Karena memiliki khasiat yang tinggi, jewawut sering disarankan sebagai pengganti beras. Jewawut juga dapat diolah menjadi bubur, ataupun tepung sebagai dasar pembuatan kue.
Sorghum / Foto: Shutterstock
7/ Sorghum
8/ Kacang Kratok
Di akhir abad 19, kacang kratok ditanam sebagai penutup tanah untuk mengatasi gulma yang tumbuh. Karena mengandung protein yang tinggi, kacang kratok pun sering diolah menjadi tepung. Karena mengandung sianida, polong kacang katrok tua harus direbus dan difermentasikan terlebih dahulu sebelum diolah.
9/ Kacang Koro
Kacang koro diyakini bermanfaat untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. Salah satu varian kacang koro (jenis pedang) dapat dibuat untuk membuat tempe sebagai pengganti kacang kedelai.
Garut (arrowroot) / Foto: Shutterstock
10/ Garut (Arrowroot)
Memang, membeli superfood belum semudah membeli beras dan tepung terigu di minimarket. Maklum, ketika Indonesia menghadapi swasembada beras dan Indonesia seakan menjadi negeri monokultur, hanya tinggal segelintir penduduk di daerah pedalaman yang mengonsumsinya, mengikuti pola makan leluhur.
Di kota-kota besar, penikmat superfood biji-bijian ini lebih meliputi mereka yang melakoni gaya hidup sehat dan mencari sumber karbohidrat alternatif yang bersifat nongluten dan non GMO. Yang melek isu pangan lokal, biasanya membelinya untuk mendukung hadirnya kembali tanaman pangan yang tumbuh sesuai kondisi geografis, bersahabat bagi lingkungan, dan merayakan biodiversity.
Di luar kategori segmentasi itu semua, superfood sebenarnya punya daya tarik di mata para foodie. Ada rasa dan tekstur yang belum familier di lidah yang mungkin cocok bagi segmentasi mereka yang doyan coba-coba ini.
Sejumlah brand yang memuliakan pangan lokal mulai menjualnya secara online. Brand-brand ini juga gencar memasuki modern market dan menjemput bola. Tentu, untuk saat ini, coba dulu olahan nikmatnya di restoran Kaum, Jakarta. Buktikan, superfood lokal itu nikmat! (f)
Kaum Jakarta
Jl. Dr. Kusuma Atmaja No. 77 – 79
Menteng, Jakarta Pusat
reservations.jakarta@kaum.com
+62 813 8171 5256 atau +62 21 22393256
Bolu Tempe dan Burger Tempe dari Kedelai Non GMO. Hanya Ada di 2 Tempat Ini!
Makan Bakmi Kepiting Pontianak, Choi Pan, dan Lorjuk, Wisata Kuliner Ala Film Aruna dan Lidahnya di Jakarta.
Kearifan Lokal di Balkondes, Desa Wisata Binaan BUMN di Kawasan Candi Borobudur
Topic
#foodtrend, #lokal, #superfood