Foto: 123RF
Di Jepang, cheesecake muncul sejak pemerintahan Meiji. Pemerintahan ini mendorong masyarakat Jepang untuk mengadopsi sajian asing berdasarkan buku masak terbitan tahun 1873. Cheesecake termasuk salah satu sajian yang terdapat dalam buku yang dibuat oleh dunia Barat tersebut.
Karena bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat kue ini tidak tersedia,mereka membuatnya menggunakan nasi dan keju yang tersedia saat itu. Karena rasanya yang janggal sajian ini tidak mendapat respons positif.
Setelah Perang Dunia II, tentara Amerika yang bertugas di Jepang membawa sajian khas negaranya, termasuk cheesecake. Di era Showa ini, masyarakat Jepang mulai mengenal cream cheese yang menjadi bahan utama cheesecake. Lantas, masyarakat lokal mulai menerima cita rasa keju dan mengolahnya menjadi berbagai makanan, terutama dessert.
Rare cheesecake ini kemudian dimodifikasi oleh Rikuro asal Osaka. Di tangannya, cheesecake ini dipanggang dan karakteristik teksturnya diubah menjadi sangat ringan berkat penerapan gaya souffle saat mengolah adonan. Sebuah majalah yang mengulas cheesecake di tahun 1970-an, tak sengaja membuat sajian ini ‘ramai’ di dunia cake Jepang. Hingga kini, cheesecake lembut bercita rasa tidak terlalu manis ini lebih dicintai oleh masyarakat Jepang.(f)
Baca juga:
Resep Cotton Cheesecake Gaya Jepang
BAKE, Pelopor Cheese Tart Jepang Kini Hadir di Indonesia
Demam Japanese Cheese Tart
Topic
#cheesecakejepang