Foto: Fotosearch
Penggunaan keju yang diparut untuk dilelehkan atau ditaburi menjadi salah satu karakter Tex Mex. Jenis yang paling sering digunakan adalah cheddar, mozzarella, Monterey jack, serta pepper jack (keju Monterey jack pedas). Saking populernya, beberapa produsen keju di negeri Paman Sam mengeluarkan keju khusus untuk taco, nacho, atau saus cocolan peneman tortilla.
Yang juga dipakai adalah queso, keju putih yang terinspirasi soft cheese khas Amerika Serikat. Keju ini dibuat dari campuran susu sapi dengan susu domba yang dikulturisasi dengan cuka. Teksturnya hampir sama dengan keju riccotta. Keju ini umumnya dijadikan sebagai saus cocolan, yaitu red queso dan yellow queso, yang biasa dijadikan pendamping tortilla, nachos, atau fajita.
Sour cream baru mulai digunakan sebagai pelengkap hidangan di restoran Meksiko di Amerika Serikat pada awal tahun 1900. Sour cream kini adalah pelengkap di hampir semua masakan Tex Mex. Sour cream kini adalah pelengkap di hampir semua masakan Tex Mex. Ada dua versi tortilla di dapur Tex Mex. Versi dengan tepung terigu atau dengan penambahan masa harina, yaitu tepung dari jagung putih kering. Tepung terigu ini dibawa bangsa Spanyol ke AS pada awal abad ke-14.
Dibandingkan jenis cabai yang sangat banyak di Meksiko, Tex Mex relatif hanya menggunakan jalapeno. Pada masa panen, jalapeno biasa dijadikan chipotle. Untuk ini, jalapeno dibiarkan memerah dan kering, kemudian diasapkan selama beberapa hari.
Cita rasa pedas di Tex Mex kerap dihasilkan dari cabai bubuk yang diracik oleh kaum Tejano. Sekitar tahun 1893, Willie Gebhardt, seorang imigran Jerman asal New Braunfels, Texas, pindah ke San Antonio untuk menjual cabai bubuk buatannya. Cabai bubuk racikannya terbuat dari cabai merah ancho, jintan, oregano, dan merica hitam. Cabai bubuk ini kemudian populer dan akrab di dapur Tex Mex. (f)