Food Trend
Bawa Isu Fast Fashion, Launching Gerai Kopi Plant-Based Dibarengi Bazar Preloved

11 Oct 2021


Dok. Mad for Coffee

MAD FOR COFFEE
Mad Grass Collaborative Space and Cloud Kitchen 
Jl. Asem II/ No.27, Cipete, Jakarta Selatan

Kecintaan masyarakat Indonesia terhadap kopi membuat kancah kedai kopi di Jakarta semakin beragam dan menawan.

Namun, dengan meningkatnya antusiasme dan kesadaran terhadap masalah intoleransi laktosa, tidak banyak kedai kopi yang merangkul dan menyediakan susu alternatif yang harganya terjangkau untuk mengakomodasi orang-orang dengan intoleransi laktosa. Masalah umum bagi penduduk Asia, berdasarkan data yang ada, sekitar 70-100% penduduknya mengalami kesulitan menyerap laktosa, dan Anda mungkin salah satunya!

Dengan makin meleknya kalangan urban di Jakarta soal pemilihan susu pada minuman kopi yang dicintainya, Mad for Coffee diluncurkan sebagai opsi gerai kopi dengan susu nabati. Digunakan oat 'milk' dan soy 'milk'. 

Berdiri di dalam Mad Grass, lokasi cloud kitchen plant-based pertama di dunia, gerai Mad Grass dimudahkan dalam menjangkau kalangan di atas. Dengan satu klik ke lokasi Mad Grass di aplikasi ojol, peminat bisa menemui koleksi kopi vegannya di antara makanan plant-based lain. Hemat ongkir karena memesan dari satu tempat terpadu. 


Pendirinya, Chandra Revo dan Firmansyah Mastup, sudah sebelumnya mengembangkan komunitas plant-based melalui media Jakarta Vegan Guide. Mendekati anak muda, gerai kopi diluncurkan dengan fashion show dari Esmod bertema sustainable fashion. 
Advertisement

Senada, bazar preloved items
"Pesta Tangan Kedua" digelar, selama weekend 9 dan 10 Oktober lalu. Termasuk, produk fesyen milik influencer.

Lewat peluncuran yang sukses mengumpulkan kaum milenial, disampaikan pesan fesyen berkelanjutan. Faktanya, produk fesyen adalah penyumbang polusi yang kian mengkhawatirkan. Demand konsumen yang menjadi-jadi, menimbulkan gas emisi dan penggunaan air yang tinggi dari proses produksi. Sebanyak 80 milyar helai busana diproduksi dan dikonsumi tiap tahunnya. Ini 400% lebih banyak dari konsumsi dua dekade sebelumnya. 

"With the pressure of social media, sometimes we might uncounciously be part of the problem," tulis undangan ajakan ngumpul "Pesta Tangan Kedua" di Instagram @madforcoffee

Semakin kita menuntut fast fashion, semakin tinggi tingkat eksploitasi buruh anak dan kecelakaan kerja. Umumnya, produk fast fashion dibuat dengan upah rendah, dan sekitar 80% pekerjanya perempuan. 
Ajakan slow fashion disampaikan dengan konsisten menuju hari-H bazar.

Soy Latte dan Oatly Latte Series di gerai kopi ini adalah sebagian kecil simbol kekinian. Melaluinya, anak muda diajak memahami pesan yang lebih besar. (f)


Baca juga: 

Beda Pâtisserie dan Boulangerie
Wanita Indonesia Kurang Me-Time? Ini Faktanya
Tea Lounge Ini Luncurkan Eclair Dengan Warna dan Rasa Unik yang Lagi Tren


 

Trifitria Nuragustina


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?