Food Trend
Bali Culinary Pastry School Bikin Pop-Up Class di Jakarta

7 Jul 2026

Dalam beberapa tahun terakhir, sekolah kuliner tak lagi hanya diisi oleh mereka yang bercita-cita menjadi chef hotel. Semakin banyak orang datang dengan alasan yang lebih beragam: ingin membuka bakery sendiri, membangun bisnis F&B, hingga menjadikan kecintaan pada memasak sebagai profesi baru. Pergeseran ini membuat pendidikan kuliner menjadi semakin relevan, terutama ketika industri juga menuntut keterampilan yang lebih aplikatif.

Pergerseran tersebut yang ingin ditunjukkan dalam pop-up class Bali Culinary Pastry School (BCPS) di showroom KitchenAid Indonesia, ASHTA District 8, Jakarta, beberapa waktu lalu. 

Alih-alih sekadar sesi demonstrasi, para peserta “BCPS x KitchenAid Gathering & Hands-On Workshop” diajak langsung merasakan bagaimana proses belajar yang menjadi ciri khas BCPS: bekerja di dapur, memahami teknik, dan belajar melalui praktik. Sesi sepanjang tiga jam ini mengajarkan cara membuat Matcha Tart & Baked Cheesecake bersama dosen Pastry BCPS, Andi Amir

"Setiap kesempatan untuk berinteraksi dengan para pecinta dunia kuliner di luar Bali, termasuk melalui sesi pembelajaran kolaboratif seperti yang kami hadirkan di Jakarta hari ini, merupakan bagian dari komitmen kami untuk membuat pendidikan kuliner profes ional semakin mudah diakses sekaligus menginspirasi lahirnya talenta -talenta baru di Indonesia," ujar Made Ariani Siswanto, Pendiri Bali Culinary Pastry School.

Sejak berdiri pada 2016, BCPS yang berlokasi di BITDeC One Campus, Pantai Nyanyi, Tabanan, Bali, telah menerima mahasiswa dari lebih dari 66 kota di Indonesia dan 10 negara. Lingkungan belajarnya pun cukup internasional, dengan penggunaan bahasa Inggris dalam aktivitas belajar sehari-hari.

Yang menarik, pendekatan pembelajarannya sangat berorientasi pada praktik. Sekitar 80 persen waktu belajar dihabiskan di dapur dan fasilitas berstandar industri, sementara teori diberikan sebagai fondasi untuk mendukung keterampilan teknis.

Pengalaman tersebut juga tidak berhenti di ruang kelas. Mahasiswa mengelola ‘pedagogical restaurant’, tempat mereka belajar menyajikan makanan sekaligus melayani tamu secara langsung. Sebelum lulus, mereka juga diminta merancang konsep pop-up restaurant sebagai proyek akhir, lalu menjalani program magang di berbagai perusahaan hospitality bertaraf internasional.

BCPS juga membangun jejaring dengan berbagai institusi pendidikan dan mitra industri di Prancis, Italia, Hong Kong, Jepang, serta sejumlah destinasi kuliner dunia lainnya. Paparan internasional ini menjadi salah satu bekal penting bagi mahasiswa yang ingin berkarier di industri hospitality global.

Menurut Made Ariani Siswanto, pendidikan kuliner saat ini tidak cukup hanya mengajarkan teknik memasak. Kemampuan beradaptasi, rasa percaya diri, dan kesiapan bekerja dalam lingkungan profesional menjadi bagian yang sama pentingnya.

Memasuki usia satu dekade, BCPS telah meluluskan lebih dari 1.000 alumni. Tahun ini, sekolah tersebut merayakan perjalanan 10 tahunnya melalui tema “A Decade of Culinary Education, Opportunity and Stewardship”.

Bagi yang ingin melanjutkan pendidikan secara profesional, BCPS saat ini membuka July 2026 Intake melalui dua program, yaitu Professional Chef Program (18 bulan) dan Career Access Program (12 bulan). Program ini ditujukan bagi lulusan baru, calon chef, hingga profesional. (f)

Baca juga: 
Advertisement
Qatar Airways Sajikan Koktail Racikan Pemilik World’s Best Bar 2025
BrookFarm Almond Run 2026 Siap Digelar Agustus Nanti di GBK
Dari YouTube ke Box Office Global, Curry Barker dan Kane Parsons Menyutradarai Dua Film Horor Terlaris Tahun Ini



Trifitria Nuragustina


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?