Foto: Fotosearch
Kurma juga ada butiknya. Di Jakarta, ada Thamra di wilayah Jakarta Timur dan Bateel di Senayan City. Thamra juga membuka gerai-gerai kecilnya di beberapa supermarket. Di kedua tempat ini, berbagai kurma premium ditata rapi dalam etalase kaca. Di Bateel, kurma dikemas dalam wadah cantik. Banyak produk olahan dan turunan kurma yang juga ditawarkan di sini, misal kue kering yang mengandung kurma dan kurma yang diberi isi, seperti kacang, manisan jeruk lemon, cokelat, dan almond.
Dari ratusan jenis kurma yang ada, belum ada yang bisa mengalahkan predikat kurma ajwah sebagai nomor wahid. Kurma yang disebut sebagai kurma Nabi ini memiliki ukuran kecil hingga sedang, berbentuk bulat lonjong, berwarna hitam pekat dengan gurat kecokelatan di permukaan kulitnya. Rasanya tidak terlalu manis, sekilas mirip kismis.
Dijuluki kurma Nabi karena dipercaya jenis kurma ini adalah favorit Nabi Muhammad SAW. Beliau pulalah yang pertama kali menanamnya di dekat Masjid Quba, Madinah. Nama ajwah diambil dari nama anak Salman Alfarisi, seorang Nasrani yang kemudian memeluk Islam dan mewakafkan lahan kurmanya.
Pohon kurma ajwah yang hanya ada di Kota Madinah ini tidak banyak jumlahnya. Hanya beberapa ratus saja. Wilayah lain berusaha membudidayakan kurma jenis ajwah supaya bisa memenuhi permintaan penyuka kurma, tapi kurang berhasil. Jadi, tidak heran jika harganya paling mahal dibanding kurma lainnya. Jika Anda ingin membeli kurma ajwah, bersiaplah merogoh kocek agak dalam. Harga kurma ajwah per kilonya bisa mencapai jutaan rupiah. (f)