Food Trend
ABSteak by Chef Akira Back Undang Atelier Binchotan ke Jakarta

3 Jul 2025

ABSteak by Chef Akira Back. Foto: Dok. ABSteak


Tren kolaborasi melalui kegiatan pop-up tidak sekadar menghadirkan tamu istimewa, tetapi juga membangun momen edukatif dan promosi berdampak luas.

Investasi strategis ini menyuguhkan pengalaman baru bagi tamu, meningkatkan citra restoran, serta ajang transfer ilmu bagi tim dapur; pada akhirnya turut menstimulasi industri kuliner lokal.

Program Beyond the Plate milik ABSteak by Chef Akira Back menerjemahkannya. Babak baru ini diakselerasi melalui kehadiran William Rusli di awal tahun 2025 sebagai Corporate Executive Chef Akira Back Group untuk Indonesia.

Ia mengantongi koneksi global berkat pengalaman bergengsinya, termasuk Robuchon au Dôme di Makau dan Amuz Group Jakarta, serta sebelumnya memimpin Akira Back Group Riyadh dan Bangkok. 

Beyond The Plate turut melibatkan kreativitas Executive Pastry Chef Sharon Augustine. Sosok baru di Jakarta ini lebih dulu berkarierdi Akira Back Group di Riyadh dan Janice Wong MGM COTAI. Bersama Chef William, ia secara kontinu mengolah kolaborasi menarik untuk Beyond the Plate 

Chef Ka Hong Lau (kiri) dan Chef William Rusli. Foto: Dok. ABSteak 

Kesamaan open-fire cooking 

Beyond The Plate: Vol. 1 berlangsung pada 22 Mei 2025 di ABSteak dengan mengundang Chef-Owner Yohans Gozal dari YOUNG. Pendekatan kontemporer terhadap Thai grill ala Young tengah menyegarkan lanskap F&B Jakarta, dan sukses memberikan sentuhan unik pada menu kolaborasi yang dihadirkan ke publik. Kedua chef pun sama-sama mengusung metode open-fire cooking.

Di bulan Juni, Beyond The Plate bersambung, melalui kolaborasi bersama Atelier Binchotan dari Kuala Lumpur, menandai pop-up perdananya di Asia Tenggara. Barbecue bistronomy ini mengisi daftar Michelin-Selected Restaurant 2025 dan Tatler Best 20 Restaurant 2025 untuk wilayah Malaysia. 

Burnt Milk Corn Burrata, oyster blade, dan Fantastic 4 (wagyu, kaviar, uni). Foto: Dok. Femina
Advertisement
 
Atelier Binchotan dibuka tahun 2020 oleh Chef-Owner Ka Hong Lau bersama istrinya, Celine Choong, di area Taman Desa, dan berkembang menjadi destinasi kegemaran selebritas dan sarat sorotan media.

Chef Lau yang pernah mengasah pengalamannya di Atelier de Joël Robuchon dan Restaurant André itu menonjolkan teknik pemanggangan berani menggunakan api, berpadu teknik Prancis. Di restoran, tamu bisa melihat langsung proses open-fire cooking sarat craftsmanship yang bergantung banyak pada kemampuan mengatur api. 

Dalam perhelatan kolaboratif ini, disajikan andalan seperti AB Wagyu Pizza dan Nama Shio Koji Aged Carrara Oyster Blade MB 9+, serta sajian kolaborasi keduanya seperti Black Cod Miso Chazuke. 

Ada pula Burnt Milk Corn Burrata dan kaya toast yang diberi topping foie gras, karya Chef Ka Hong. 

Chef Sharon menutupnya dengan Noir dari pandan custard dan smoked-coconut emulsion, mengapresiasi rumpun Indonesia dan Malaysia. (f)

Baca juga: 
Ide Bisnis: Dari Mana Saja, untuk Siapa Saja
Menanam Microgreens Bisa Jadi Hobi Baru
Hwangnam-Ppang, Kue Korea yang Mirip Bakpia Jogja

 

Trifitria Nuragustina


Topic

#kuliner

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?